Islam, Cinta dan Valentine’s Day

Senin, 14 Februari 2011




Setiap tanggal 14 Februari ada hiruk pikuk remaja dunia. Mereka punya hajat besar dengan merayakan sebuah hari yang dikenal dengan Valentine’s Day (Hari Valentine). Hiruk pikuk itu kini tidak lagi menjadi milik bangsa ataupun pe
meluk agama tertentu namun telah menjadi gawe semua lapisan remaja dimanapun dan dengan agama apapun. Tak peduli itu di kalangan Kristen Barat, Hindu India ataupun muslim Indonesia. Valentine’s Day menjadi milik bersama dan setiap orang seakan wajib untuk merayakannya.

Ada pertanyaan yang patut kita kemukakan. Apa sebenarnya Valentine’s Day itu? Apakah esensinya? Dan bolehkan remaja muslim ikut berkecimpung merayakannya? Apakah perayaan itu bagian dari kultur dan peradaban Islam sehingga kita harus ikut menyemarakkannya?


Backgound Historis Valentine’s Day


Ada berbagai versi tentang asal muasal Valentin’s Day ini. Beberapa ahli mengatakan bahwa ia berasal dari seorang yang bernama Saint (Santo) Valentine seorang suci kalangan Kristen yang menjadi martir karena menolak untuk meninggalkan agama Kristiani. Dia meninggal pada tanggal 14 Pebruari 269 M., di hari yang sama saat dia menyerahkan ucapan cinta. Dalam legenda yang lain disebutkan bahwa Saint Valentine meninggalkan satu catatan selamat tinggal pada seorang gadis anak sipir penjara yang menjadi temannya. Dalam catatan itu dia menuliskan tanda tangan yang berbunyi “From Your Valentine” ada pula yang menyebutkan bahwa bunyi pesan akhir itu adalah ; Love From Your Valentine”.

Cerita lain menyebutkan bahwa Valentine mengabdikan dirinya sebagai pendeta pada masa pemerintahan Kaisar Claudius
. Claudius kemudian memenjarakannya karena dia menentang Kaisar. Penentangan ini bermula pada saat Kaisar berambisi untuk membentuk tentara dalam jumlah yang besar. Dia berharap kaum lelaki untuk secara suka rela bergabung menjadi tentara. Namun banyak yang tidak mau untuk terjun ke medan perang. Mereka tidak mau meninggalkan sanak familinya. Peristiwa ini membuat kaisar naik pitam. Lalu apa yang terjadi? Dia kemudian menggagas ide “gila”. Dia berpikiran bahwa jika laki-laki tidak kawin, maka mereka dengan tidak segan-segan akan bergabung menjadi tentara. Makanya, dia memutuskan untuk tidak mengijinkan laki-laki kawin.

Kalangan remaja menganggap bahwa ini adalah hukum biadab. Valentine juga tidak mendukung ide gila ini. Sebagai seorang pendeta dia bertugas menikahkan lelaki dan perempuan. Bahkan setelah pemberlakuan hukum oleh kaisar, dia tetap melakukan tugasnya ini dengan cara rahasia dan ini sungguh sangat mengasyikkan. Bayangkan, dalam sebuah kamar hanya ada sinar lilin dan ada pengantin putra dan putri sert
a Valentine sendiri.Peristiwa perkawinan diam-diam inilah yang menyeret dirinya ke dalam penjara dan akhirnya dijatuhi hukuman mati.

Walaupun demikian dia selalu bersikap ceria sehingga membuat beberapa orang datang menemuinya di dalam penjara. Mereka menaburkan bunga dan catatan-catatan kecil di jendela penjara. Mereka ingin dia tahu bahwa mereka juga percaya tentang cinta dirinya. Salah satu pengunjung tersebut adalah seorang gadis anak sipir penjara. Dia mengobrol dengannya berjam-jam. Di saat menjelang kematiannya dia menuliskan catatan kecil “Love from your Valentine."

Dan pada tahun 496 Paus Gelasius menseting 14 Pebruari sebagai tanggal penghormatan buat Saint Valentine. Akhirnya secara grad
ual 14 Pebruari menjadi tanggal saling tukar menukar pesan kasih dan Saint Valentine menjadi patron dari para penabur kasih. Tanggal ini ditandai dengan saling mengirim puisi dan hadiah seperti bunga dan gula-gula. Bahkan sering pula ditandai dengan adanya kumpul-kumpul atau pesta dansa.

Dari paparan di atas kita tahu bahwa kisah cinta Valentine ini merupakan kisah cinta milik kalangan Kristen dan sama sekali tidak memiliki benang merah budaya dan peradaban dengan Islam. Namun kenapa remaja-remaja muslim ikut larut dan merayakannya?

Ada beberapa jawaban
yang bisa kita berikan terhadap pertanyaan tersebut :

Pertama, remaja muslim kita tidak tahu latar belakang sejarah Valentine’s Day sehingga mereka tidak merasa risih untuk mengikutinya. Dengan kata lain, remaja muslim banyak yang memiliki kesadaran sejarah yang rendah.

Kedua, adanya anggapan bahwa Valentine’s Day sama sekali tidak memiliki muatan agama dan hanya bersifat budaya global yang mau tidak mau harus diserap oleh siapa saja yang kini hidup di –untuk meminjam McLuhan—global village.

Ketiga, keroposnya benteng pertahanan relijius remaja kita sehingga tidak mampu lagi menyaring budaya dan peradaban yang sehar
usnya mereka “lawan” dengan keras.

Keempat, adanya perasaan loss of identity kalangan remaja muslim sehingga mereka mencari identitas lain sebagai pemuas keinginan mendapat identitas global.

Kelima, hanya mengikuti trend yang sedang berkembang agar tidak disebut ketinggalan zaman.

Keenam, adanya pergaulan bebas yang kian tak terbendung dan terjadinya de-sakralisasi seks yang semakin ganas.

Mungkin masih ada deretan jawaban lain yang bisa diberikan terhadapa pertanyaan di atas.



Islam, Cinta dan Valentin
e’s Day

Bisa kita lihat pada bahasan di atas bahwa Valentine Day merupakan peringatan “cinta kasih” yang diformalkan untuk mengenang sebuah peristiwa kematian seorang pendeta yang mati dalam sebuah penjara. Yang kemudian diabadikan oleh gereja lewat tangan Paus Gelasius. Maka merupakan sebuah kurang cerdas jika kaum muslim—dan secara khusus kalangan remajanya—ikut melestarikan budaya yang sama sekali tidak memiliki ikatan historis, emosioal dan religius dengan mereka. Keikut sertaan remaja muslim dalam “huru-hura” ini merupakan refleksi kekalahan mereka dalam sebuah pertarungan mempertahankan identitas dirinya.

Mungkin ada sebagian remaja yang akan bertanya: Kenapa memperingati sebuah tragedi cinta itu tidak boleh dilakukan? Apakah Islam melarang cinta kasih? Bukankah Islam menganjurkan pemeluknya kasih pada sesama?

Tak ada yang menyangkal bahwa Islam tidak melarang cinta kasih. Islam sendiri adalah agama kasih dan menjunjung cinta pada sesama. Dalam Islam cinta demikian dihargai dan menempati posisi sangat terhormat, kudus dan sakral. Islam sama sekali tidak phobi terhadap cinta. Islam mengakui fenomena cinta yang tersembunyi dalam jiwa manusia. Namun demikian Islam tidak menjadikan cinta sebagai komoditas yang rendah dan murahan. Cinta yang merupakan perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihanya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang dalam Islam dibagi menjadi tiga tingkatan yang kita tangkap dari ayat Al-Quran: Katakanlah: Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, kerabat-kerabatmu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerusakannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu senangi lebih kau cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta jihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang fasik (At-Taubah: 24)

Dalam ayat ini menjadi jelas kepada kita semua bahwa cinta tingkat pertama adalah cinta kepada Allah, Rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya yang kemudian disebut dengan cinta hakiki, kemudian cinta tingkat kedua adalah cinta kepada orang tua, isteri, kerabat, dan seterusnya. Sedangkan cinta tingkat ketiga adalah cinta yang mengedepankan cinta harta, keluarga dan anak isteri melebih cinta pada Allah, Rasul dan jihad di jalan Allah.

Cinta hakiki akan melahirkan pelita. Cinta hakiki yang dilahirkan iman akan senantiasa memberikan kenikmatan-kenikmatan nurani. Cinta hakiki akan melahirkan jiwa rela berkorban dan mampu menundukkan hawa nafsu dan syahwat birahi. Cinta akan menjadi berbinar tatkala orang yang memilikinya mampu menaklukkan segala gejolak dunia. Cinta Ilahi akan menuntun manusia untuk hidup berarti dan setelah itu mati—untuk meminjam kata Khairil Anwar.

Islam memandang cinta kasih itu sebagai rahmat. Maka seorang mukmin tidak dianggap beriman sebelum dia berhasil mencintai saudaranya laksana dia mencinta dirinya sendiri (HR. Muslim), perumpamaan kasih sayang dan kelembutan seorang mukmin adalah laksana kesatuan tubuh; jika salah satu anggota tubuh terasa sakit, maka akan merasakan pula tubuh yang lainnya : tidak bisa tidur dan demam (Bukhari Muslim). Seorang mukmin memiliki ikatan keimanan sehingga mereka menjadi laksana saudara (Al-Hujarat: 13), dan cinta yang meluap sering kali menjadikan seorang mukmin lebih mendahulukan saudaranya daripada dirinya sendiri, sekalipun mereka berada dalam kesusahan (Al-Hasyr : 9 ).

Di mata Islam mencinta dan dicinta itu adalah “risalah” suci yang harus ditumbuhsuburkan dalam dada setiap pemeluknya. Makanya Islam menghalalkan perkawinan dan bahkan pada tingkat mewajibkan bagi mereka yang mampu. Islam tidak menganut “selibasi” yang mengibiri fitrah manusia seperti yang terjadi dalam ajaran Kristen dan Hindu, serta Budha yang menganut sistem sosial yang dikenal dengan kependetaan. Sebab memang tidak ada rahbaniyah dalam Islam.

Valentine Day yang merupakan ungkapan kasih selain “hamil” nilai-nilai relijus yang bukan bagian dari agama kita juga saat ini dirayakan dengan menonjolkan aksi-aksi permisif. Dengan lampu remang, dan lilin-lilin temaram. Peniruan pada perilaku agama lain dan sekaligus melegalkan pergaulan bebas inilah yang tidak dibenarkan dalam pandangan Islam.



Islam dan Perlawanan Budaya

Sebagai agama pamungkas Islam dengan tegas memposisikan diri sebagai agama yang diridhai Allah dan siapa saja yang ingin mencari agama selain Islam maka agamanya tidak akan diterima (Lihat: Ali Imran ayat 19 dan 185). Dan sebagai agama terakhir Islam telah melakukan beberapa pembenaran dari berbagai penyelewengan yang terjadi dalam agama Kristen dan agama Yahudi. Islam mengharuskan pemeluknya untuk membentengi diri dari semua budaya yang datang dari kalangan Yahudi dan Kristen. Kaum muslimin harus memiliki budaya dan identitasnya sendiri yang bersumber pada norma dan ajaran agamanya.

Setelah kita mengetahui bahwa Valentine’s Day sama sekali tidak memiliki kaitan sejarah dengan Islam, maka menjadi tugas semua remaja Islam untuk menghindari dan tidak ikut serta dalam sebuah budaya yang tidak bersumber dari ajarannya. Valentine’s Day bukanlah simbol dan identitas remaja muslim karena ia merupakan hari raya kalangan remaja Kristen. Dan kita persilahkan saudara-saudara kita dari remaja kalangan Kristen untuk merayakannya sesuai dengan keyakinan mereka.

Ada satu hadits yang sangat terkenal yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah bersabda: Barang siapa yang menyerupai sebuah kaum maka dia menjadi bagian dari mereka (Abu Daud). Hadits ini mengisyaratkan bahwa meniru-niru budaya-reliji orang lain yang tidak sesuai dengan tradisi Islam memiliki resiko yang demikian tinggi sehingga orang tersebut akan dianggap sebagai bagian dari orang yang ditiru.

Sebagaimana juga firman Allah, Barang siapa diantara kamu menjadikan mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonga mereka (Al-Maidah: 51). Sabda Rasulullah, "Kau akan bersama-sama dengan orang yang siapa yang kau cintai" (Bukhari Muslim).

Banyak contoh yang bisa kita kemukakan dari kontra-kultural yang dilakukan Rasulullah untuk mengokohkan identitas umatnya. Saat Rasulullah datang ke Madinah dia melihat penduduk Madinah bersuka ria dalam dua hari. Kemudian Rasulullah bertanya: Hari apa dua hari itu? Pada sahabat menjawab: Dua hari tadi adalah hari dimana kami bermain-main dan bersuka cita di masa jahiliyah! Maka bersabdalah Rasulullah: Sesungguhnya Allah telah mengganti dua hari itu dengan dua hari yang lebih baik bagi kalian: Iedul Adha dan Iedul Fithri. (HR. Abu Daud) Rasulullah misalnya melarang umatnya makan dengan tangan kiri karena cara itu adalah cara makan syetan. (HR. Muslim)

Larangan Rasulullah untuk kembali memperingati 2 hari dimana orang-orang Madinah biasa bermain di zaman jahiliyah merupakan perlawanan budaya terhadap budaya jahilyah dan digantikan dengan budaya-reliji baru. Sedangkan pelarangannya agar tidak makan dengan tangan kiri juga merupakan perang etika Islam dengan etika syetan.

Allah tidak menghendaki kaum muslimin menjadi “buntut” budaya lain yang berbenturan nilai-nilainya dengan Islam. Peringatan Allah pada ayat di atas membersitkan pencerahan pada kita semua bahwa Islam dengan ajarannya yang universal harus dijajakan dengan rajin pada dunia mengenal Islam dengan cara yang benar dan agar Islam menjadi “imam” peradaban dunia kembali. Sebab kehancuran peradaban Islam telah menimbulkan kerugian demikian besar pada tatanan normal manusia yang terkikis secara moral dan ambruk secara etika.

Kemunduran peradaban Islam telah menjebak dunia pada arus kegelapan akhlak dan moralitas. Kehancuran peradaban Islam ini oleh Hasan Ali An-Nadawi dianggap sebagai malapetaka terbesar dalam perjalanan peradaban manusia. Dia berkata, “Kalaulah dunia ini mengetahui akan hakikat malapetaka ini, berapa besar kerugian dunia dan kehilangannya dengan kejadian ini, pastilah dunia hingga saat ini akan menjadikan kemunduran kaum muslimin sebagai hari berkabung yang penuh sesal, tangis dan ratapan. Setiap bangsa di dunia ini akan mengirimkan tanda berduka cita...

Apa yang menimpa remaja muslim saat ini tak lebih dari dampak keruntuhan peradaban Islam yang sejak lama berlangsung. Remaja muslim masa kini yang “buta” terhadap peradabannya sendiri diakibatkan munculnya serangan budaya yang gencar menusuk jantung pertahanan budaya kaum muslimin. Kemampuan mereka untuk bertahan dengan ideal-ideal Islam yang rapuh menjadikan mereka terseret arus besar peradaban dunia yang serba permisif, hedonis dan materialistik. Lumpuhnya pertahanan mereka terhadap gencarnya serangan budaya lain yang terus menggelombung menjadikan mereka harus takluk dan menjadi “budak” budaya lain.

Maka sudah saatnya bagi remaja muslim untuk memacu diri melakukan gerilya besar dengan mengusung nilai-nilai Islam sehingga dia mampu mengendalikan diri untuk tidak terpancing apalagi larut dengan budaya-reliji lain. Generasi muda muslim hendaknya mampu membangun benteng-benteng diri yang sulit ditembus oleh gempuran-gempuran perang pemikiran yang setiap kali akan mengoyak-ngoyak benteng pertahanan imannya.

Perlawanan budaya ini akan bisa dilakukan jika remaja muslim mampu mendekatkan dirinya dengan poros ajaran Islam dan mampu melakukan internalisasi diktum-diktum itu ke dalam kalbu, dan sekaligus terejawantahkan ke dalam aksi. Remaja muslim yang mampu menjadikan keimanannya “hidup” akan mampu bergumul dan bahkan memenangkan pertarungan yang sangat berat di hadapannya. Remaja muslim yang dengan setia menjadikan Al-Quran dan Hadits sebagai panduan hidupnya akan mampu menjadi seorang muslim tahan banting dan imun terhadap virus budaya global yang mengancam identitasnya. Seorang remaja muslim yang menjadi the living Quran akan mampu melakukan kontra aksi terhadap semua tantangan yang dihadapinya. Dia akan mampu menangkis serangan informasi satu arah yang kini datang dari Barat.

Apa yang mesti dilakukan oleh kalangan muda Islam di zaman serba kompleks ini?

Dalam pandangan saya tidak ada yang lebih baik untuk dilakukan kecuali kita semua kembali merapatkan jiwa dan kesadaran kita ke akar norma agama kita sendiri, lalu kita gali sedalam-dalamnya, kita renungkan semaksimal mungkin, kita aplikasikan dalam hidup ini. Dan kita pasarkan ajaran-ajaran Islam itu dengan sepenuh raga dan jiwa. Hanya dengan spirit berjuang yang tinggi dan komitmen yang kuat remaja muslim akan lahir kembali dalam sosok yang cemerlang dengan Islam sebagai panji.

Samson Rahman

Alumni International Islamic University, Islamabad, Pakistan

sumber : eramuslim










READ MORE - Islam, Cinta dan Valentine’s Day

Tentang Aurat

Minggu, 13 Februari 2011




















Aurat Secara bahasa : Kekurangan
Secara Istilah: Sesuatu yang wajib ditutup dan haram dilihat.

Ulama' sepakat untuk menutup aurat baik dalam sholat maupun diluar sholat.
Landasan Hukum menutup aurat:
1. QS.An Nuur : 30
2. QS.Al Ahzab : 59
3. QS.Al Mu'minun: 1-7
4. Hadits Rasulullah.

Syarat Pakaian penutup aurat:
1. Menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak/punggung tangan.
2. Tidak ketat.
3. Tidak tipis/transparan.
4. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.
5. Tidak menyerupai pakaian nonmuslim.

Orang-orang yang diperbolehkan melihat aurat kita (tapi sampai batas sewajarnya):
1. Suami.
2. Ayah.
3. Ayah suami (mertua).
4. Putra/anak laki-laki.
5. Putra suami/anak tiri laki-laki.
6. Saudara-saudara
7. Putra saudara laki-laki/keponakan laki-laki.
8. Putra saudara perempuan.
9. Perempuan muslim.
10. Hamba sahaya/budak (akan lebih baik ditutup saja auratnya)
11. Pelayan laki-laki tua yang sudah tidak memiliki hasrat terhadap perempuan
(akan lebih baik ditutup saja auratnya)
12. Anak-anak yang belum mengerti aurat.

Nah....inilah sedikit tsaqofah yang saya terangkan untuk ikhwan/akhwat setia.
Mudah-mudahan bermanfaat. Amiin....
READ MORE - Tentang Aurat

The great war : Yarmouk (Perang Yarmuk)---Kutipan---

Sabtu, 14 Agustus 2010


Dalam sejarah perjuangan kaum muslimin menegakkan dan membela al haq (kebenaran), berjihad di jalan Allah, kita akan dapat menemukan kisah teladan mengenai itsar, sejarah yang begitu indah untuk dipelajari, merupakan suatu kenikmatan tersendiri jika diamalkan.
Ketika terjadi perang Yarmuk, perang yang terjadi antara kaum muslimin melawan pasukan Romawi (Bizantium), negara super power saat itu, tahun 13 H/ 634 M.


Gambar lembah yarmuk

Pasukan Romawi dengan peralatan perang yang lengkap dan memiliki tentara yang sangat banyak

jumlahnya dibandingkan pasukan kaum muslimin, dengan perbandingan 5: 1. Pasukan Romawi berjumlah sekitar 240.000 orang dan pasukan kaum muslimin berjumlah 45.000 orang.
Dalam perang Yarmuk, pasukan Romawi memiliki tentara yang banyak, pengalaman perang yang mumpuni, peralatan perang yang lengkap, logistik lebih dari cukup, dapat dikalahkan oleh pasukan kaum muslimin, dengan izin Allah.
Ini adalah bukti yang nyata bahwa sesungguhnya kemenangan itu bersumber dari Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa.
Pertempuran ini, oleh beberapa sejarawan, dipertimbangkan sebagai salah satu pertempuran penting dalam sejarah dunia, karena dia menandakan gelombang besar pertama penaklukan Muslim di luar Arab, dan cepat masuknya Islam ke Palestina, Suriah, dan Mesopotamia yang rakyatnya menganut agama Kristen.

Pengangkatan Khalid bin Walid

Entah apa yang ada di benak Khalid bin Walid ketika Abu Bakar menunjuknya menjadi panglima pasukan sebanyak 46.000. Hanya ia dan Allah saja yang tahu kiranya. Khalid tak hentinya beristigfar. Ia sama sekali tidak gentar dengan peperangan yang akan ia hadapi. 240.000 tentara Bizantin. Ia hanya khawatir tidak bisa mengendalikan hatinya karena pengangkatan itu. Kaum muslimin tengah bersiap menyongsong Perang Yarmuk sebagai penegakan izzah Islam berikutnya.
Hampir semua tentara muslim gembira dengan penunjukkan itu. Selama ini memang Khalid bin Walid adalah seorang pemimpin di lapangan yang tepat. Abu Bakar pun tidk begitu saja menunjuk pejuang yang berjuluk Pedang Allah itu. Sejak kecil, Khalid dikenal sebagai seorang yang keras. Padahal ia dibesarkan dari sebuah keluarga yang kaya. Sejak usia dini, ia menceburkan dirinya ke dalam seni peperangan dan seni bela diri. Malah mempelajari keahlian mengendarai kuda, memainkan pedang dan memanah. Dia juga mencurahkan perhatiannya ke dalam hal memimpin angkatan perang. Bakat-bakatnya yang asli, ditambah dengan latihan yang keras, telah membina Khalid menjadi seorang yang luar biasa. Kemahiran dan keberaniannya mengagumkan setiap orang. Konon, hanya Khalid bin Walid seorang yang pernah memorak-porandakan pasukan kaum muslimin, semasa ia masih belum memeluk Islam.

Strategi Perang Kaum Muslimin

Khalid bin Walid sekarang memutar otak. Bingung bukan buatan. Tentara Bizantin Romawi berkali-kali lipat banyaknya dengan jumlah pasukan kaum muslimin. Ditambah, pasukan Islam yang dipimpinya tanpa persenjataan yang lengkap, tidak terlatih dan rendah mutunya. Ini berbeda dengan angkatan perang Romawi yang bersenjatakan lengkap dan baik, terlatih dan jumlahnya lebih banyak. Dan mereka akan berhadapan di dataran Yarmuk. Tentara Romawi yan hebat itu berkekuatan lebih dari 3 lakh serdadu bersenjata lengkap, diantaranya 80.000 orang diikat dengan rantai untuk mencegah kemungkinan mundurnya mereka. Tentara Muslim seluruhnya berjumlah 46.000 orang itu, sesuai dengan strategi Khalid, dipecah menjadi 40 kontingen untuk memberi kesan seolah-olah mereka lebih besar daripada musuh.
Strategi Khalid ternyata sangat ampuh. Saat itu, taktik yang digunakan oleh Romawi terutama di Arab Utara dan selatan ialah dengan membagi tentaranya menjadi lima bagian, depan, belakang, kanan, kiri dan tengah. Heraclus sebagai ketua tentara Romawi telah mengikat tentaranya dengan besi antara satu sama lain. Ini dilakukan agar mereka jangan sampai lari dari peperangan. Romawi juga menggunakan taktik dan strategi tetsudo (kura-kura). Jenis tentara Rom dikenal sebagai ‘legions’, yang satu bagiannya terdapat 3000-6000 laskar berjalan kaki dan 100-200 laskar berkuda. Ditambah dengan dan ‘tentara bergajah’. Kegigihan Khalid bin Walid dalam memimpin pasukannya membuahkan hasil yang membuat hampir semua orang tercengang. Pasukan muslim yang jumlahnya jauh lebih sedikit itu berhasil memukul mundur tentara Romawi dan menaklukkan wilayah itu.

Jalannya Peperangan
Panglima Romawi, Gregorius Theodore -orang-orang Arab menyebutnya “Jirri Tudur”– ingin menghindari jatuhnya banyak korban. Ia menantang Khalid untuk berduel. Dalam pertempuran dua orang itu, tombak Gregorius patah terkena sabetan pedang Khalid. Ia ganti mengambil pedang besar. Ketika berancang-ancang perang lagi, Gregorius bertanya pada Khalid tentang motivasinya berperang serta tentang Islam.
Mendengar jawaban Khalid, di hadapan ratusan ribu pasukan Romawi dan Muslim, Gregorius menyatakan diri masuk Islam. Ia lalu belajar Islam sekilas, sempat menunaikan salat dua rakaat, lalu bertempur di samping Khalid. Gregorius syahid di tangan bekas pasukannya sendiri. Namun pasukan Islam mencatat kemenangan besar di Yarmuk, meskipun sejumlah sahabat meninggal di sana. Di antaranya adalah Juwariah, putri Abu Sofyan.
Pada perang Yarmuk, Az-Zubair bertarung dengan pasukan Romawi, namun pada saat tentara muslim bercerai berai, beliau berteriak : “Allahu Akbar” kemudian beliau menerobos ke tengah pasukan musuh sambil mengibaskan pedangnya ke kiri dan ke kanan, anaknya Urwah pernah berkata tentangnya : “Az-Zubair memiliki tiga kali pukulan dengan pedangnya, saya pernah memasukkan jari saya didalamnya, dua diantaranya saat perang badar, dan satunya lagi saat perang Yarmuk.
Salah seorang sahabatnya pernah bercerita : “Saya pernah bersama Az-Zubair bin Al-’Awwam dalam hidupnya dan saya melihat dalam tubuhnya ada sesuatu, saya berkata kepadanya : demi Allah saya tidak pernah melihat badan seorangpun seperti tubuhmu, dia berkata kepada saya : demi Allah tidak ada luka dalam tubuh ini kecuali ikut berperang bersama Rasulullah saw dan dijalan Allah. Dan diceritakan tentangnya : sesungguhnya tidak ada gubernur/pemimpin, penjaga dan keluar sesuatu apapun kecuali dalam mengikuti perang bersama Nabi saw, atau Abu Bakar, Umar atau Utsman.
Hari ke-4, Hari Hilangnya Mata
Peristiwa ini terjadi pada hari keempat perang Yarmuk, dimana dari sumber ini dikabarkan 700 orang dari pasukan Muslim kehilangan matanya karena hujan panah dari tentara Romawi. Dan hari itu merupakan hari peperangan terburuk bagi pasukan Muslimin.
Hari ke-6, Terbunuhnya Gregory, Komandan Pasukan Romawi
Hari keenam dari perang Yarmuk fajar benderang dan jernih. Itu adalah minggu ke empat Agustus 636 (minggu ketiga Rajab, 15 H). Kesunyian pagi hari tidak menunjukkan pertanda akan bencana yang akan terjadi berikutnya. Pasukan muslim saat itu merasa lebih segar, dan mengetahui niat komandan mereka untuk menyerang dan sesuatu di dalam rencananya, tak sabar untuk segera berperang. Harapan-harapan pada hari itu menenggelamkan semua kenangan buruk pada ’Hari Hilangnya Mata’. Di hadapan mereka berbaris pasukan Romawi yang gelisah – tidak terlalu berharap namun tetap berkeinginan untuk melawan dalam diri mereka.
Seiring dengan naiknya matahari di langit yang masih samar di Jabalud Druz, Gregory, komandan pasukan yang dirantai, mengendarai kudanya maju ke depan di tengah-tengah pasukan Romawi. Dia datang dengan misi untuk membunuh komandan pasukan Muslimin dengan harapan hal itu akan memberikan efek menyurutkan semangat pimpinan kesatuan dan barisan kaum Muslimin. Ketika ia mendekati ke tengah-tengah pasukan Muslimin, dia berteriak menantang (untuk berduel) dan berkata, ”Tidak seorang pun kecuali Komandan bangsa Arab!
Abu Ubaidah seketika bersiap-siap untuk menghadapinya. Khalid dan yang lainnya mencoba untuk menahannya, karena Gregory memiliki reputasi sebagai lawan tanding sangat kuat, dan meang terlihat seperti itu. Semuanya merasa bahwa akan lebih baik apabila Khalid yang keluar menjawab tantangan itu, namum Abu Ubaidah tidak bergeming. Ia berkata kepada Khalid, ”Jika aku tidak kembali, engkau harus memimpin pasukan, sampai Khalifah memutuskan perkaranya.”
Kedua komandan berhadap-hadapan di atas punggung kudanya masing-masing, mengeluarkan pedangnya dan mulai berduel. Keduanya adalah pemain pedang yang tangguh dan memberikan penonton pertunjukkan yang mendebarkan dari permainan pedang dengan tebasan, tangkisan dan tikaman. Pasukan Romawi dan Muslim menahan nafas. Kemudian setelah berperang beberapa menit, Gregory mundur dari lawannya, membalikkan kudanya dan mulai menderapkan kudanya. Teriakan kegembiraan terdengar dari pasukan Muslimin atas apa yang terlihat sebagai kekalahan sang prajurit Romawi, namun tidak ada reaksi serupa dari Abu Ubaidah. Dengan mata yang tetap tertuju pada prajurit Romawi yang mundur itu, ia menghela kudanya maju mengikutinya.
Gregory belum beranjak beberapa ratus langkah ketika Abu Ubaidah menyusulnya. Gregory, yang sengaja mengatur langkah kudanya agar Abu Ubaidah menyusulnya, berbalik dengan cepat dan mengangkat pedangnya untuk menyerang Abu Ubaidah. Kemundurannya dari medan pertempuran adalah tipuan untuk membuat lawannya lengah. Namun Abu Ubaidah bukanlah orang baru, dia lebih tahu mengenai permainan pedang dari yang pernah dipelajari Gregory. Orang Romawi itu mengangkat pedangnya, namun hanya sejauh itu yang dapat dilakukannya. Ia ditebas tepat pada batang lehernya oleh Abu Ubaidah, dan pedangnya jatuh dari tangannya ketika dia rubuh ke tanah. Untuk beberapa saat Abu Ubaidah duduk diam di atas kudanya, takjub pada tubuh besar jendral Romawi tersebut. Kemudian demgan meninggalkan perisai dan senjata yang berhiaskan permata orang Romawi itu, yang diabaikannya karena kebiasaannya tidak memandang berharga harta dunia, prajurit yang shalih itu kemudian kembali kepada pasukan Muslimin.

Artikel ini adalah kutipan..
Sumber gambar :
hikm.wordpress.com

m.kafegaul.com
READ MORE - The great war : Yarmouk (Perang Yarmuk)---Kutipan---

Penaklukan khilafah di Spanyol#1

Selasa, 10 Agustus 2010


Penaklukan Khilafah Bani Umayah di Hispania

Penaklukan Umayyah di Hispania (711–718) dimulai saat pasukan Kekhalifahan Umayyah, sebagian besar terdiri dari Muslim Berber dari Afrika Barat Laut menyerang Hispania (sekarang Iberia; Portugal dan Spanyol) yang dikuasai oleh Kristen Visigoth pada tahun 711.
Penaklukan ini terjadi saat masa pemerintahan Khalifah Al-Walid I di Damaskus, dan dipimpin oleh Jenderal Tariq bin Ziyad (s/d 720). Pasukan Umayyah mendarat di Gibraltar pada 30 April 711, dan lalu bergerak ke arah utara. Satu tahun berikutnya, atasan Tariq, Musa bin Nusair bergabung dengan pasukannya. Kampanye militer ini berjalan sekitar 8 tahun, dan hasilnya sebagian besar Semenanjung Iberia berhasil dikuasai umat Islam kecuali daerah-daerah kecil di sebelah barat daya (Galicia dan Asturias) serta daerah-daerah Basque di daerah Pirenia. Daerah-daerah taklukan ini kemudian disebut Al-Andalus, dan menjadi bagian dari kekhalifahan Umayyah yang terus berkembang.

Kisah Istana Ilmu pengetahuan
Konon dikisahkan ( Ke aslian kisah ini masih diperdebatkan) sebelum kedatangan kaum Muslimin di andalusia. Roderic membuka sebuah ruangan mistis yang penuh dengan mantra-mantra dibuat oleh para leluhur kaum Visigoth. Setelah mendobrak paksa pintu ruangan tersebut, Roderic menemukan sebuah meja dan kendi di dalamnya. Dengan berdebar Roderic mendekati benda mistik tersebut. Benda tersebut adalah meja Sulaiman. Di atas meja itu terdapat sebuah guci yang dihiasi lukisan. lukisan itu menggambarkan beberapa penunggang kuda. Orang-orang itu terlihat seperti mahkluk asing. Kepalanya diikat dengan sorban, memiliki rambut kasar dan tampak seperti pengembara. Di tangannya tergenggam tombak panjang dan pedang ringan khas arab yang berbentuk lengkung tergantung di punggungnya.
Di dalam ruangan tersebut Roderic menemukan sebuah perkamen. Beberapa bait berbunyi seperti ini. 'kapanpun ruang pelindung dibuka dan mantra yang terdapat pada guci ini dilanggar, maka orang-orang yang terlukis di guci tersebut akan menyerbu dan menduduki singgasana raja-raja...'
Ketika membaca tulisan itu Roderic terpaku dan ketakutan tersirat diwajahnya. Kebenaran kisah tersebut masih diragukan. sebagian sejarawan menyebutkan kisah itu hanya dibuat-buat oleh sisa-sisa bangsa visigot yang meratapi kekalahan negerinya.

Pertempuran Guadalete



terjadi pada tanggal 19 Juli 711, di sekitar sungai Guadalete yang terletak paling selatan dari wilayah Al-Andalus dimana pasukan muslim pimpinan Tariq bin Ziyad berhasil mengalahkan pasukan Visigoth pimpinan Raja Roderic. Kemenangan ini dianggap sangat penting sebagai pembuka jalan bagi pasukan muslim menaklukan seluruh wilayah Andalusia dikemudian hari sehingga menjadi bagian dari wilayah muslim selama hampir 8 abad sampai dengan kejatuhannya pada tahun 1492.
Diceritakan bahwa Pada saat mendengar pegerakan kaum muslim yang kian tak terbendung. Roderic yang saat itu sedang berperang dengan bangsa Basque di utara Andalusia , tepatnya di wilayah Pamplona segera menghentikannya dan menghimpun pasukannya untuk melawan prajurit Moors ( sebutan untuk pasukan Islam ). Roderic memimpin seluruh pasukannya dan pergi ke kota Cordova. setelah Roderic mampu menghimpun pasukannya dalam jumlah yang sangat besar, sejarah menyebutkan antara 40-100 ribu orang. Pasukan Visigoth (Spanyol) pada masa itu sebagian besar merupakan kaum budak yang dilatih dan dipersenjatai. Sedangkan umat Islam hanya berjumlah berkisar 12 ribu orang dibawah pimpinan Thariq bin Ziyad.
Akhirnya bertemulah kedua pasukan disebuah lembah yang bernama Rio Barbate. Ditengahnya mengalir sungai Guadalete. Jantung Roderic berdegup kencang ketika melihat di kejauhan kepulan debu disusul dengan gelombang manusia dengan kuda yang seolah tiada habisnya. Meskipun hanya berjumlah 12 ribu orang. Umat Islam telah mematahkan semangat bangsa Visigoth sebelum pertempuran berlangsung. Kedua pasukan semakin mendekat dan terus mendekat. Roderic mengamati orang-orang asing tersebut. Orang-orang berkuda begitu berbeda. Kulit mereka kecoklatan dan ada yang hitam, berbeda dengan orang eropa. Postur mereka pun berbeda. Tangan orang-orang itu memegang tombak, pakaian mereka berbeda-beda dan pedang melengkung tergantung di punggung.
Adapun Thariq bin Ziyad, ketika melihat orang-orang Visigoth dan sosok Roderic di tengah-tengah nya. Ia berseru dengan lantang. "Itu dia, raja orang-orang Visigoth!" Takbir pun menggema di berbagai penjuru. Kedua pasukan segera saling menerjang.
Pertempuran dimulai. Kedua belah pihak bertatung dengan segenap tenaga. Darah segar langsung membanjiri tanah Eropa yang kehijauan. Kekacauan terjadi ditengah-tengah pihak Visigoth. Banyak mereka yang mati terbunuh, sebagian melarikan diri. Salah satu sayap pasukan mereka melakukan pembelotan. Akhirnya pasukan Visigoth semakin kalut dan merekapun kocar-kacir dan melarikan diri dari medan laga.
----------
Pertempuran Guadalete berlangsung selama 8 hari, 11-19 Juli 711. Pada akhir peperangan yang dimenangkan oleh pihak mujahid. Jasad raja Roderic tak pernah ditemukan. Pasukannya yang banyak hancur berantakan. Dan Roderic adalah raja Visigoth terakhir. Selepas perang itu. Para mujahid melanjutkan penaklukannya keseuruh Eropa...

Daftar pustaka :
http://id. wikipedi.org
Alwi Alatas : Sang penakluk Andalusia
majalah annida
READ MORE - Penaklukan khilafah di Spanyol#1

What is your choise



Kawan, terima gak terima kita selama hidup didunia pasti selalu dihadapkan pada suatu pilihan. Berbagai pilihan selalu datang dihadapan kita dan sering membuat kita bingung. Tapi secara garis besar pilihan-pilihan tersebut mengacu pada dua hal, yaitu : kebaikan dan keburukan. Semua manusia siapapun dia, mau seorang kiayi, presiden, tukang baso. Pasti memiliki kecendrungan untuk memilih kebaikan dan keburukan. Semua orang pun pasti sudah mengetahui setiap konsekuensi atas apa yang ia pilih. Jika ia memilih keburukan dan ia tetap pada pilihannya sampai ia mati, berarti ia telah memilih kesengsaraan. Begitu pula sebaliknya. Jika seseorang memilih kebaikan dalam hidupnya sampai ia mati, maka ia akan mendapatkan kebaikan pula.

Sangat salah besar jika ada seseorang yang berkata. "Gue idup ibarat air yang mengalir(Gimana kalau tu air ngalirnya ke comberan atau ke septictank???),,," Orang tersebut berfikir seakan-akan ia hidup begitu saja. tanpa memikirkan esok hari dan masa depan. Jelas itu salah besar. Bagaimanapun kondisi kita saat ini adalah buah dari pilihan yang kita ambil dimasa lalu. Contohnya si Udin adalah seorang Dokter. Tentu si Udin tidak akan serta merta menjadi dokter begitu saja. karena saat masih kecil dulu ia memilih untuk bersekolah dengan baik dan memilih untuk berprestasi. Alhasil jadilah ia seorang dokter. Tapi jika seandainya si Udin saat kecilnya memilih menjadi seorang brandal yang kerjanya jongkok dipinggir jalan, makan dari hasil memalak. Mungkin sekarang ia bukanlah seorang dokter melainkan seorang maling kutang.
Pilihan kita saat ini juga akan menentukan masa depan kita. Coba tebak, ada seorang anak gondrong yang pekerjaan sehari-harinya nongkrong, bolos sekolah, nyimeng. Akan jadi seperti apa besarnya nanti jika dia tidak pernah merubah kebiasaan buruknya itu? Coba tebak lagi, ada seorang anak yang rajin, berbakti pada orang tua, sekolah dengan baik, tidak songong. Akan jadi apa dia dimasa depan? Pasti orang akan menebak masa depan si anak tadi akan baik. Memang bener sih gak ada orang yang tahu secara percis masa depan seseorang. sebab bisa saja si anak gondrong tadi tiba-tiba Insap atau bisa saja tidak, bahkan makin parah.

Dari contoh diatas kita bisa tau bahwa pilihan yang kita pilih adalah gambaran dari masa depan. Untuk berubah kepada kebiakan Jangan nunggu menjadi tua terlebih dahulu, jangan pernah beranggapan bahwa tobat itu cuma buat aki-aki sama nenek yang udah bau tanah. sebab tidak ada satupun manusia yang bisa memprediksikan apakah semenit kedepan seseorang akan nyungsep kedalam sumur(alias Wafati) ..

Maka itu kawan, pilihlah jalan yang baik mulai dari sekarang. Agar kelak kita gak akan menyesal dengan pilihan kita..Cause' YOUR LIFE, IS YOUR CHOISE'
READ MORE - What is your choise

Be a special one

Minggu, 08 Agustus 2010


Semuanya!jadilah orang yang spesial.Spesial bukan berarti harus terkenal dan exis didepan banyak orang. Tapi orang yang spesial juga adalah orang yang selalu ingin menjadi spesial saat ia tidak spesial. Sebab orang yang selalu ingin berubah kepada sesuatu yang lebih baik merupakan orang yang sangat beruntung. Ya, jadi spesial itu memang sangat perlu. Sebab orang-orang Cibadak aja lebih suka makan martabak spesial ketimbang martabak yang biasa-biasa aja.
Kita ambil contoh(dari Pengalaman pribadi saya) suatu ketika ada seorang anggota OSIS(maksudnya ya saya..) yang sedang mengeMOS adik-adik kelasnya. Tiba-tiba selesailah acara MOS tersebut. Eh sori, maksudnya setelah beberapa hari, kegiatan MOS itu selesai juga dengan sukses. Dan ketika acara perpisahan MOS. Si kaka kelas tersebut cuma dapet hadiah sebuah penggaris mini dari peserta MOS. Padahal anggota OSIS yang lainnya dapet hadiah yang jauh lebih mahal-mahal(Misalnya sendal jepit, gantungan baju, kaos dalem dsb). So the question is, mengapa si kaka kelas itu cuma dapet penggaris sebatang. Ternyata setelah ditelusuri lebih dalam si kaka kelas itu ketika acara MOS berlangsung tidak begitu aktif dan sangat kurang kerjaan. Akibatnya ia cuma dapet penggaris satu buah. Dan akhirnya si kaka kelas menyesal. Tamat..

itulah alasannya mengapa spesial itu perlu dan penting bagi kita. Untuk jadi spesial, kita harus mencoba merubah kebiasaan kita yang buruk dan menghilangkan "kotoran-kotoran" kotor yang diproduksi oleh jiwa-raga kita ("Kotoran-kotoran" disini bukan berarti yang suka ngambang di kali). Percis contoh diatas tadi. Si anggota OSIS yang kurang kerjaan itu cuma dapat sebatang penggaris mini akibat dari ke-kurang kerjaannya. Makanya mulai dari sekarang ubahlah perbuatan yang sekiranya kurang baik dan ganti dengan perbuatan yang super sekali..
Selain itu, untuk jadi spesial kita juga harus belajar dan mencoba. Belajarnya tentu dari orang-orang yang sudah "spesial". Perhatikanlah apa yang selalu dilakukan oleh orang-orang spesial itu. Ikuti gerak-geriknya kalau biasa tanyakan sama mereka apa kebiasaan yang selalu dilakuin. Setelah belajar praktekanlah apa yang telah kita pelajari dengan prinsip Belajar dari melakukan. Artinya belajar itu bukan cuma teori doang, tapi juga harus dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Proses belajar ini adalah yang paling penting untuk menjadi spesial. Hanya saja orang yang belajar itu seringkali menemui kendala dan mudah putus asa sehingga ia berkata : "Ah susah..". Seperti si kaka OSIS tadi. Sebenarnya ia sudah sangat ingin berubah. Tapi ia selalu merasa bahwa dirinya tidak mampu untuk berubah. Kemudian setelah beberapa hari usai acara MOS ia bertemu dengan temannya yang diketahui seorang filfus mania. Si teman berkata dengan bahasa langit. "Terbanglah sambil merajut sayap". Mendengar itu si OSIS langung menunduk dalam, meratap, gelisah gulana, gundah dan serba salah. Oh.. ternyata ia tahu bahwa semua manusia pasti berhadapan dengan sesuatu yang tidak siap untuk dijalani.Tamat.

Inti dari kisah diatas adalah siap ga siap kita patut mencoba. Apapun hasilnya nanti, mau gagal atau pun berhasil. itu bukanlah hal penting. Bukankah Allah SWT. tidak melihat dari hasilnya melainkan dari proses dan niatnya? Tapi insya Allah jika niat kita baik dan pelaksanaannya sungguh-sungguh hasilnya pun akan baik pula.
Bagi temen-temen semuanya ingatlah selalu untuk tidak merasa diri paling spesial. Soalnya gak ada satupun dari anggota tubuh kita kecuali disitu keluar sesuatu yang kotor. Dari idung keluar upil, dari kulit keluar racun(keringet), dari mulut keluar jigong dan dari……….keluar……... Apakah itu semua barang spesial?? Okeh deh, mungkin kita sedikit lebih hebat atau lebih ganteng sedikit atau lebih pintar ketimbang orang lain. Tapi itu semua bukanlah indikator yang dapat menjadikan seseorang untuk menjadi spesial.

Nah maka dari itu. Sadarlah diri mulai dari sekarang. Jangan merasa diri paling hebat karena orang yang paling guobloggs adalah orang yang selalu merasa dirinya paling pintar dari pada orang lain. Keep fight dan bersiaplah buat menjadi the special one. Salah satu yang spesial….
READ MORE - Be a special one

Marhaban ya Ramadhan



Marhaban Ya Ramadhan
Haduh senangnya!!. Sebantar lagi tamu agung itu akan datang. Yaitu bulan Ramadhan yang hanya tinggal 2 hari lagi. Tamu yang satu ini akan membawa berjuta rahmat dan hidayah dari Allah SWT. Bagaimana tidak, bahkan syaitan pun dibelengu. Pintu neraka ditutup rapat-rapat . Sedang pintu surga dibuka selebar-lebarnya . So, bulan ini memang bulan yang sangat dahsyat.

Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kemenangan. Baik kemenangan fisik maupun kemenangan ruhani. Misalnya pas perang badar. Allah memberikan kemengan yang gemilang kepada pasukan islam meskipun dalam kondisi shaum. Padahal tau sendiri kan di Arab tuh kaya apa?panas dan gersang. Tetapi para mujahid yang imannya sekeras baja tak mundur walau selangkahpun sebab mereka tahu bahwa iman adalah kekuatan terbesar yang ada pada diri mereka dan bagi mereka hanya ada dua pilihan, hidup mulia atau mati syahid.

Ramadhan juga bulan yang pas buat kita memperdalam ilmu. Banyak ilmuwan-ilmuwan muslim yang mendapatkan inspirasi ketika shaum. Beda banget sama kita yang ketika bulan ramadhan datang bukannya semangat mencari ilmu jusrtu malah loyo. Kita sering beranggapan kalau tidurnya orang yang shaum adalah ibadah. Itu emang bener. Tapi musti diingat bahwa tidur itu bukan cuma ibadahnya orang shaum. Kita bisa mendulang pahala dengan perbanyak ber dzikir. Tilawah dan mengkaji Al-Qur’an.
Tapi sayang-seribu sayang. Kebanyakan orang malah menjadikan ramadhan cuma buat tampil islami. Ketika ramadhan mereka mendadak jadi sholeh dan pake baju yang bernuansa islami. Selepas bulan ramadhan. Lepas pula itu semua. Seakan gak ada artinya. Marilah kita berdoa semoga kita dijauhi dari perbuatan itu semua. Semoga kita dapat melaksanakan ramadhan kali ini legih baik dari tahun kemarin.
Kawan, ada banyak momen di bulan ini yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat islam. Salah satunya yaitu hari raya idul fitri pada tanggal 1 Syawal. Hari raya idul fitri merupakan satu dari 2 hari raya terbesar umat islam diseluruh dunia. Semua umat islam di dunia tanpa terkecuali. Mau orang kaya, orang miskin, orang Arab, Orang Indonesia merayakan idul fitri dengan penuh suka cita.
Secara istilah idul fitri artinya kembali ke fitrah atau kembali suci. Sebab umat islam yang menjalani ramadhan dengan sungguh-sungguh akan dikembalikan keadaannya selayaknya bai yang baru lahir. Suci dan bersih dari dosa. Idul fitri juga mengandung makna tersirat yakni waktu yang sangat tepat untuk mempersatukan umat islam diseluruh dunia. Setelah sekian puluh tahun umat islam tercerai berai tanpa adanya pemimpin dan konstitusi khilafah yang melindungi segenap muslim. Idul fitrilah waktu terbaik buat merealisasikan persatuan umat islam dibawah panji islam. Saat ini pun gaung penegakan syariah dan khilafah semakin menggelora. Dan semoga ramadhan kali ini merupakan ramadhan kita yang terakhir tanpa adanya khilafah. sehingga tahun pada ramdahan tahun depan panji islam telah berkibar di penjuru negeri muslimin..Amin…


READ MORE - Marhaban ya Ramadhan

Janissary : Pasukan Elit Khilafah Utsmani

Sabtu, 07 Agustus 2010



Janissary (berasal dari bahasa Turki Utsmaniyah: ينيچرى (Yeniçeri) yang berarti "pasukan baru") adalah pasukan infanteri yang dibentuk oleh Sultan Murad I dari Kekalifahan Bani Seljuk pada abad ke-14. Pasukan ini berasal dari bangsa-bangsa Eropa Timur yang wilayahnya berhasil dikuasai oleh Turki. Utsmani Tentara ini dibentuk tak lama setelah Kekaisaran Byzantium kalah oleh Turki Utsmani. Alasan utama pembentukan laskar Janisari adalah karena tentara Turki Utsmani yang ada tidak memadai, terutama karena terdiri dari suku-suku yang kesetiaanya diragukan. Janisari awalnya adalah para tahanan perang (terutama yang asalnya dari Eropa Timur - Balkan) yang diampuni tetapi dengan syarat harus membela Kekaisaran Turki Utsmani.

Sejalan dengan waktu, untuk memastikan kesetiaan kesatuan ini, selanjutnya Sultan punya ide untuk merekrut pasukan Janisari ini dari budak yang masih bocah, sehingga mereka bisa diajari (didoktrin) untuk membela dan mengawal Sultan. Pada masa itu, pasukan Janisari ini adalah pasukan terkuat di dunia. Konon pasukan ini adalah pasukan yg pertama sekali memakai senapan.(yang kemudian ditiru oleh orang Eropa). Saat itu Turki memiliki persediaan mesiu yang cukup banyak (dimana pada saat itu di daerah lain masih langka). Pasukan ini adalah pasukan kedua setelah Mongol yang berhasil menjajah Eropa.

Janisari adalah brigade terpisah dari pasukan reguler Turki yang bertugas mengawal Sultan Dinasti Utsmani (Ottoman Empire). Sedangkan Bani Seljuk adalah Dinasti sebelum Utsmani. Utsman diambil dari pemimpin kabilah Osmani yg mempunyai kekuatan yang besar sewaktu Bani Seljuk masih berkuasa. Waktu Seljuk pecah, kabilah yang dipimpin Osmani menyatukannya kembali dibawah bendera baru. Kekuasaan Turki Utsmani mencapai seluruh wilayah di Balkan dan Eropa Tenggara. Kota Wina dua kali diserang oleh kakuatan Turki Utsmani, tetapi karena seluruh kerajaan di Eropa bersatu untuk membendung dengan kekuatan penuh dan logistik yang memadai, ambisi Turki Utsmani untuk menguasai seluruh Eropa tidak berhasil.

Pakaian khas Janisari adalah sejenis long musket. Ciri khasnya adalah topinya yang memakai tutup kain dari depan ke belakang leher, menyerupai sorban.

Kisah terkenal mengenai kehebatan pasukan ini adalah ketika Byzantine kalah total saat Constantinopel ditaklukan oleh Turki Utsmani yang dipimpin oleh Sultan Mahmud Al-Fatih, beliau anak dari Sultan Murad II. Saat itu Janisari adalah pasukan yang berperan penting dalam pertempuran tersebut. Yang menarik, pada zaman Sultan Mahmud, Pasukan Janisari termasuk yang ikut bertempur melawan Dracula si Penyula dari Wallachia dekat Transevalnia yang haus darah. Dracula (Vlad Teppes) sempat dikalahkan adiknya sendiri yaitu Radu yang saat itu menjadi pemimpin Janisari untuk menaklukan Dracula. (Dracula artinya anak Dracul atau anak naga karena bapaknya adalah Vlad Dracul yang menjadi anggota Ordo Naga).

Jannisary sendiri dibagi manjadi dua kesatuan, yaitu: infantri dan kavaleri.
1. Jannisarry Heavy Infantry, merupakan pasukan infantry bentukan pertama yang membawa nama harum pasukan turki ke berbagai belahan eropa dan asia, pasukan ini menggunakan baju zirah dan rantai besi, tidak membawa tameng dan bersenjatakan haldberd (semacam tombak panjang yang memiliki mata kapak). pasukan ini sangat ganas dan nyaris tak terkalahkan dalam setiap pertempuran.

2. Jannisarry Musketter (Kaveleri). Setelah sukses menguasai sebagian besar eropa, maka kekaisaran ottoman mulai membentuk satuan pasukan penembak khusus yang dicomot dari pasukan infantry janissary terdahulu, dan diberikan senapan teknologi terbaik di jamannya yaitu ” musketter” yang lebih baik dari hand gun biasa…
Selain Janisari, Turki Utsmaniyah juga masih mempunyai kesatuan elite lainnya, yaitu: Tentara Ghulam, Cavalary Sipahi, dan tentunya pasukan Onta.

Selama beberapa abad Janisari bertahan sebagai pasukan elit pengawal Sultan. Karena statusnya itu Janisari, baik secara jumlah dan status berkembang semakin besar. Sekitar abad 19 Janisari dibubarkan oleh Sultan Mahmud II pada tahun 1826 karena terjadinya insiden Auspicious, dimana laskar Janisari mencoba melakukan kudeta terhadap kekaisaran Turki Ottoman.





Sumber :
• militerislam.blogspot.com
• http://id.wikipedia.org
• www.kaskus.us

READ MORE - Janissary : Pasukan Elit Khilafah Utsmani

Selamat Datang Di Blog DKM

Senin, 10 Mei 2010

READ MORE - Selamat Datang Di Blog DKM

 
 
 
free counters

Entri Populer