Science dalam Islam

Rabu, 13 April 2011


Assalamu’alaikum kawan-kawan!! Bulan Maret dan April memang bulan yang sangat sibuk. Terutama bagi pelajar. Karena pada bulan-bulan ini hasil belajar kita selama 3 tahun akan terlihat.
Yap, pada bulan ini ada moment ujian nasional bagi kakak-kakak kelas tiga. Jadi yang bikin sibuk ini sebenernya adalah ujian nasional. Hampir semua guru sibuk menggembleng murid-muridnya agar siap 100% menghadapai ujian nasional. Karena sibuk, semua tingkatan kelas pun menjadi ikutan sibuk. Setiap tahun kita pasti akan menghadapi moment ujian itu. Baik ujian nasional maupun ujian sekolah. akan tetapi di tengah-tengah moment ujian tersebut muncul satu pertanyaan, “ untuk apa itu semua”. Kan gak lucu juga, setiap tahun menghadapi tes tanpa tau maknanya.
Kawan-kawan, sebagai seorang muslim tentu saja kita tahu bahwa mencari ilmu merupakan amalan yang telah Allah SWT wajibkan. Tak memandang apakah itu laki-laki maupun wanita. Pada jaman dahulu, saat Belanda masih betah-betahnya nangkring sampe karatan di negeri ini,
yang boleh sekolah cuman lelaki. Itupun untuk bangsawan aja. Selebihnya dilarang sekolah. wal hasil orang2 pribumi -jadi gampang aja di bodoh-bodohin sama kumpeni merekapun kian betah menjajah hingga banar-benar karatan. Nah, itulah kawan secuil alasan kenapa kita wajib belajar. Sebenarnya ada banyak aspek lain lagi yang bisa kita tinjau untuk menguatkan argument bahwa belajar itu penting. Dan alangkah baiknya jika kita meninjau semuanya dari dienul Islam. Perhatikanlah kutipan hadist berikut ‘Barang siapa yang melakukan perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkannya jalan ke surga.…’ (HR. Abu Dawud dan At-Thirmidzi). Dalam potongan hadist di atas, Nabi memberitakan kepada ummatnya supaya rajin-rajin menuntut ilmu.
jika perlu hingga ke negeri Cina. Karena itulah banyak para sahabat yang terenyuh dan termotivasi untuk menggali ilmu lebih dalam.
Bahkan Zaid bin Tsabit, seorang sahabat nabi yang masih begitu muda, ketika itu begitu bersemangat menuntut ilmu. Sapai-sampai—Karena memang otaknya yang cerdas—Ia mampu menguasai banyak bahasa, mulai dari bahasa ibrani sampai bahasa suryani, Zaid pun dipercaya menjadi juru bicara Nabi SAW. Setelah merasa mantap dengan kemampuan Zaid, Rasulullah mengangkatnya menjadi juru tulis beliau. Wah,, siapa sih yang gak mau mendapatkan kehormatan menjadi juru tulis Nabi Muhammad SAW. Maka Zaid pun dengan sungguh-sungguh mengemban amanat ini. Lewat tangan zaid inilah banyak ayat Al-Qur’an yang dituliskan.
Selain keterangan hadist di atas, Allah SWT telah memerintahkan manusia untuk memikirkan alam semesta (QS Ali Imran/190-192) dan mengambil berbagai hukum, ilmu serta manfaat darinya. Alam semesta merupakan objek yang pas untuk kita merenung dan mentadzaburi segala ciptaan Allah. Apakah pernah terlintas dipikiran kita, bagaima sih Allah menciptakan alam semesta ini, dengan tingkat presisi sepersekian nano meter?Bagaimana pula ia menciptakan unta yang mampu bertahan berminggu-minggu tanpa minum??dan bagaimana ia merancang sebuah organisme seperti manusia, yang memiliki struktur anatomi tubuh yang luarrr biasa canggihnya??
Coba deh kawan-kawan luangkan waktu-
sejenak saja untuk berfikir tentang itu semua. Mungkin, jika kita orang awam pasti akan langsung merasa puyeng mikirin semua itu, jika kita orang awam yang agak sedikit kritis, kita akan merespon dengan sedikit mengernyitkan dahi. Tapi yang pasti, baik kita orang awam atau pun orang awam yang kritis, cuma ada satu kalimat yang bisa kita ungkapkan untuk mengagumi ke-maha besaran Allah, yaitu dengan mengucapkan SUBAHANALLAH!!!

Para pendekar pena..
Saat islam baru aja berkembang di jazirah Arab, islam sudah menunjukan kehebatannya. Agama yang masih se umuran jagung ini telah menciptakan cahaya kehidupan baru bagi dunia dan meluapkan lautan rahmat bagi seluruh alam. Kedamaian pun merebak dimana-mana. Masyarakat yang sebelumnya bodoh berubah menjadi masyarakat madani yang cinta terhadap ilmu pengetahuan. Maka, hanya dalam tempo singkat banyak bermunculan ilmuwan-ilmuwan islam yang brilian dengan pemikiran-pemikiran super mumpuni. Para pendekar pena itu susul-menyusul bermunculan dan meorehkan tinta emas bagi peradaban islam. Bukan cuma bagi islam, tetapi juga menjadi pendorong lahirnya peradaban di Eropa.
Berikut ini beberapa ilmuwan islam yang terkenal
> Dibidang ilmu ke-islaman dan filsafat. Muncul Al-Biruni dengan masterpiece-nya, ihya Ulumuddin.
> Dunia kedokteran, Ibnu Sina atau yang lebih di kenal dengan Avicena oleh orang-orang Eropa. Sampai sekarang ia di akui sebagai salah satu peletak pondasi kedokteran modern.
> di bidang matematika muncul Al-Khawarizmi yang melahirkan ilmu Al-Jabar dan Algoritma. Ia juga penemu angka nol.
masih banyak ilmuwan-ilmuwan lainnya di berbagai disiplin ilmu, mereka adalah Jabir ibn Hayan (Kimia), Al-batani (Astronomi), Al-Biruni (Fisika), Muhammad bin Ahmad Al-Maqdisi (geografi) kemudian Al-Kindi. Beliau adalah symbol kedigdayaan ilmuwan muslim. Piawai dalam ilmu fisika dan filsafat. Tak kurang dari 256 jilid buku ia wariskan untuk dunia.
Selain itu masih ada lusinan lagi nama-nama ilmuwan muslim yang gak mungkin ditulisan satu-satu disini.
Kawan, satu hal yang kudu kita ketahui, kelahiran ilmuwan diatas terjadi ketika islam sedang berada pada masa-masa kejayaannya. Saat itu hukum islam ditegakkan setinggi-tingginya, Negara amat sangat peduli dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Sampai-sampai para menerjemah buku di upah dengan emas seberat buku yang mereka terjemahkan.
Saat itu Al-qur’an dan al-hadist merupakan acuan utama bagi kehidupan. Sehingga sistem kehidupan di segala bidang amat sejahtera dan terlihat begitu harmonis dalam bingkai islam..

What must we do..???
Setelah mengetahui itu semua, kini saatnya bagi kita para pelajar islam, untuk meneruskan perjuangan para ilmuwan muslim. Mulailah dari sekarang untuk mendalami ilmu sedalam-dalamnya. Bacalah bacaan yang padat makna dan bergizi tinggi seperti buku pelajaran dan buku-buku tentang tsakofah islam. Jangan sampai lupa!! bacalah Al-Qur’an dan pahami isinya. Sebab di dalam Al-Qur’an segala macam rumus kehidupan telah tercantum dan terbukti secara ilmiyah. Insya Allah, jika kita membaca, mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an, niscaya akan selamat dunia dan akhirat.
Sobat muslim semua! Jangan mau kalah dan merasa rendah terhadap orang-orang Barat yang saat ini sudah melampui kita dibanyak. Satnya kita bangkit dan tunjukan kehebatan kita. Biar mereka nyahok kalau kita gak bisa dianggap remeh begitu aja!!! [djr..]

Diambil dari buletin kristal

READ MORE - Science dalam Islam

Renungan hidup#1

Sabtu, 12 Maret 2011


"Berfikir terhadap 5 perkara akan membuahkan 5 perkara, yaitu :
1. Berfikir akan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT (Alam semesta berikut ciptaannya) akan membuahkan tauhid dan keyakinan.
2. Berfikir terhadap kenikmatan yang diberikan Allah SWT akan membuahkan kecintaan dan rasa syukur kepada-Nya.
3. Berfikir terhadap janji Allah SWT (Pahala dan surga) membuahkan gemar/cinta kepada akhirat dan taat kepada-Nya.
4. Berfikir terhadap ancaman Allah SWT (Neraka) akan membuahkan rasa takut dan malu untuk bermaksiat.
5. Berfikir terhadap kekurangan diri terhadap ketaatan kepada Allah SWT, meskipun demikian Allah tetap melimpahlan kepadanya kebaikan, akan membuahkan kehidupan.

*****

Sayyidina Utsman bin Affan ra menjelaskan tentang lempengan emas yang bertuliskan :
1. Aku heran kepada orang yang mengerti kematian tetapi ia tertawa.
2. Aku heran kepada orang pengerti dunia adalah fana (Sementara) tetapi ia begitu menggemarinya.
3. Aku heran kepada orang yang mengerti segala urusan memiliki takdirnya, tetapi ia bersedih karena ditinggal sesuatu.
4. Aku heran kepada orang yang mengerti hisab (pertanggung jawaban amal) tapi ia sibuk mengumpulkan harta.
5. Aku heran kepada orang yang mengerti neraka tetapi gemar berbuat dosa.
6. Aku heran kepada orang yang mengerti surga dengan yakin tetapi ia hidup didunia dengan nyaman (Berleha-leha).
7. Aku heran kepada orang yang mengerti syaitan itu sebagai musuh, tetapi ia patuhi.
READ MORE - Renungan hidup#1

LDKI (Latihan Dasar Kepemimpinan Islam) DKM TM



Latihan Dasar Kepemimpinan Islam (LDKI)

Latihan Dasar Kepemimpinan Islam atau disingkat LDKI merupakan acara rutin yang dilaksanakan oleh DKM Ta’lmul muta’alim, SMAN 1 Cibadak. Acara tersebut memang sudah dilaksanakan selama bertahun-tahun dan acaranya pun berfariasi, baik tempat, format acara maupun bentuk acara itu sendiri. Dan pada tahun ini format acara LDKI berupa Mabit( malam bina iman dan takwa) yang bertempat di masjid ta’limul muta’alim, dan serangkaian acara lainnya seperti pemutaran film islami, game dan outbond. Kepanitian acara LDKI terdiri dari forum ALIT (Alumni ta’limul muta’alim), anggota DKM kelas 3, dan dari pihak sekolah. Acara yang dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu tanggal 25 dan 26 Desember lalu, mengambil lokasi inti di masjid TM dan kantor badan diklat.
Seperti yang tertera pada namanya, LDKI berujuan untuk membentuk pribadi muslim yang siap untuk menjadi pemimpin dimasa mendatang. Mengingat masih rendahnya kepedulian remaja islam terhadap agama mereka sendiri. Maka didalam serangkaian acara LDKI diputarkan sebuah film islami yang menggambarkan betapa pentingnya islam bagi kehidupan, bukan hanya sekedar ritualitas semata seperti shalat, zakat, zikir dan sebagainya tetapi juga mencakup berbagai aspek kehidupan. Islam semenjak masa Rasulullah pun pada dasarnya diterapkan sebagai patokan atau landasan kehidupan. Baik dari segi hukum, ekonomi, social, kesehatan dan bidang lainnya. Maka dari itu, LDKI ini pada intinya bertujuan untuk membangkitkan rasa cinta remaja islam terhadap agamanya. Selain itu, acara ini pun diadakan untuk memberikan pelatihan management organisasi kepada seluruh peserta sebagai bekal untuk mengurus organisasi DKM setahun kedepan .
Acara LDKI dimulai pulul 17.00. Acara yang pertama yaitu shalat magrib berjamaah dan tadarus bersama. Selesai shalat isya acara dilanjutkan dengan training kesehatan ala Rasul dengan pembicara Ust. Nursiami Rahmat. Dalam training itu diulas seluk beluk tentang tata cara hidup sehat, pencegahan penyakit, dan pengobatan penyakit dengan menggunakan metode islam.
Para peserta mengikuti acara tersebut sampai pukul sepuluh malam, kemudian istirahat. Kesesokan harinya, sekitar pukul 05.00 peserta diberangkatkan menuju kantor badan diklat yang berlokasi di Cicantayan untuk mengikuti acara lanjutan. Rangkaian acara di kantor badan diklat tersebut yaitu olahraga, outbond dan training motivasi yang sampaikan oleh alumni DKM TM kemudian penutup. Acara tersebut bisa berjalan dengan lancar terutama karena dimotori dan disokong sepenuhnya oleh pihak Alit/ alumni, disamping dukungan dari pihak guru dan kesungguhan dari pihak panitia. Untuk kedepannya diharapkan acara LDKI terus diadakan karena mampu memberikan kesegaran bagi peserta, terutama formatur DKM untuk menjalankan roda kepemimpinan.—Cibadak, 25-26 Desember 2010.
READ MORE - LDKI (Latihan Dasar Kepemimpinan Islam) DKM TM

Galeri Foto Gebyar muharram 1432 H

Selasa, 08 Maret 2011
















READ MORE - Galeri Foto Gebyar muharram 1432 H

Gebyar Muharram 1432 HIJRIYAH


Eskul DKM kembali mengadakan acara besar bertajuk tahun baru islam. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, perayaan tahun baru islam ini dilasanakan dengan meriah dan gebyar. Itulah kenapa acara tahunan itu diberi nama gebyar muharam. Tema yang di angkat dalam acara gebyar muharram ini yaitu menumbuhkan rasa cinta para pemuda islam terhadap agamanya. Karena memang remajalah yang menjadi target dari diadakannya acara ini. Meski demikian, format acaranya tetap menyingung masalah tahun baru islam dan maknanya.
Acara ini cukup menghabiskan dana yang cukup besar karena acaranyapun berskala kabupaten, tidak hanya diskeolahan. Panitia mengundang berbagai SMP di kabupaten Sukabumi untuk berpartisipasi. Baik untuk mengikuti perlombaan maupun sebagai siswa tamu dalam kegiatan tabligh akbar.
Menurut ketua pelaksana, M Ali Gifari. Acara GM tahun ini harus berbeda dari tahun kemarin. Baik format acaranya maupun waktu pelaksanaanya. Tak ayal untuk mempersiapkan nya saja dibutuhkan tenaga ekstra dan cukup menyita waktu juga biaya.
Moment GM tahun ini dilaksanakn tanggal 14-15 januari 2011. Tidak tepat pada waktunya karena seharusnya dilaksankan sebulan yang yang lalu. Tapi karena berbagai kendala dan terpotong oleh liburan semester 1, maka GM pun terpaksa dilaksanakan hari jum’at dan sabtu seminggu setelah liburan semester berakhir. Tentu itu tanpa mengurangi kapasistas acara GM yang sudah di rencanakan beberapa bulan lalu. Tegas ketua pelaksana.
Pada hari pertama. GM diisi dengan kegiatan perlombaan tingkat SMP. Kegiatan yang dilombakan yaitu MTQ dengan coordinator Ihsan Fadil, Lomba da’wah dengan coordinator Muhammad Huda Ardo, Lomba kaligrafi dengan coordinator Ikra Muhammad serta pelaksanaan kegiatan sosial berupa khitanan massal yang di koordinir oleh Andris M Sofyan. Bekerjasama dengan PT. Sinar mas dan rumah sakit As syifa. Sedang hari kedua GM diisi dengan kegiatan yang bersifat local atau hanya melibatkan warga sekolah. Diawali dengan Tabligh akbar dengan mengundang pembicara dari Bogor. Ust. Iwan Janwar. Tabligh akbar terutama ditujukan untuk seluruh siswa-siswi SMAN 1 Cibadak. Acarapun berlangsung cukup meriah. Setelah tabligh akbar, dilanjutkan dengan lomba cerdas-cermat islam. Pada lomba cerdas cermat, yang keluar menjadi juara adalah kelas 11 IPA 3. Kemudian dilanjutkan dengan acara final yaitu lomba nasyid smandak.
Dalam acara GM tahun ini diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi para remaja islam khususnya di lingkungan SMAN 1 Cibadak agar mampu menempuh tahun ini dengan maksimal. Karena memang itulah tujuan utama dari peringatan gebyar muharram. Bukan sekedar acara lomba-lomba belaka.
READ MORE - Gebyar Muharram 1432 HIJRIYAH

Islam Memang Membanggakan


Islam memang bikin bangga

SOBAT muslim, tahu gak sih, sesungguhnya ada satu pertanyaan besar yang kayanya sudah banyak orang islam yang melupakannya. Apa temen-temen tau pertanyaan itu?? Pertanyaan itu ialah ‘Banggakah kalian memegang Islam??’. Betul sekali sobat, kini banyak sekali umat muslim yang udah lupa sama jati dirinya sendiri. Bahkan yang paling parah ada sebagian muslim yang udah gak peduli sama nasib agama islam. Jangankan mau peduli, mendengar kata islam aja udah ogah.
Seharusnya para pemuda islam bangga dengan islam. Karena bangga mampu mendongkrak kepercayaan diri dan berujung pada keunggulan. Emang banyak remaja islam yang berlomba untuk meraih keunggulan dalam berprestasi, berpenampilan (gak kalah sama kim bum), atau dalam gaya hidup mewah. Yang penting bikin bangga dong..tapi kok gak ada yang bangga sama keislamannya. Itu dia masalahnya. Mereka bertanya-tanya apa yang bisa dibanggain dari islam. Ooo belum tau ya?? Ayo kita kupas abis…

Umat Islam sebagai Umat Terbaik
Kawan ini bukan gossip loh, islam merupakan agama termulia yang telah dijanjikan Allah dalam Al-Qur’an. Rasullah sendiri pernah bilang bahwa sesungguhnya islam itu paling tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya. Begitu besarnya islam sampai-sampai Rasulullah`rela mati demi menegakannya di muka bumi. Begitu pula para sahabat yang tak segan-segan menahan lemparan batu kaum Quraisy hanya demi menggemanya kalimat tauhid. Sayangnya banyak orang yang masih ragu sama hal itu. Gara-gara kemakan isyu barat yang menyatakan bahwa agama gak ada sangkut pautnya sama kehidupan. Beuh.. parrah bener..
Padahal, Allah sudah menegaskan kebenaran Islam dalam firman-Nya: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. (QS. Al-Mâidah [5]: 3). Dan “Barangsiapa mencari agama selain agama islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali-Imrân [3]: 85).

Fakta saat ini
Tapi kawan, realitas yang terjadi saat ini bener-bener bikin miris hati. Islam yang mulia kini tak lagi menunjukan kebesarannya. Coba bayangin aja, Indonesia yang katanya negeri muslim terbesar sedunia justru malah jadi biangnya pornografi. Tak tanggung-tanggung, posisinya pun masuk lima besar pula. Na’udzubillah…Menurut catatan, banyak PSK yang bergentayangan bukannya di basmi tapi malah di lokalisasikan. Udah kaya pedagang kaki lima aja. Wal hasil, seks bebas pun menjamur. Belum lagi korupsi yang merejalela dan kebobrokan2x lainnya. Masya Allah…
Menurut catatan seorang wartawan, di Palestina nyawa seorang muslim gak lebih mahal dari sekarung gandum. Di Iraq kehormatan seorang muslimah tak lagi ada harganya. Bahkan di Jerman baru-baru ini ada larangan memakai kerudung bagi seorang muslimah. Katanya atas nama kebebasan dan emansipasi (emansisapi???). kebabasan apanya?? Justru kagak ada segede upilpun kebebasan. Yang dominannya mah atuh diskriminasi atas kaum muslimin. Betul atau engga??
Masih ingatkah kawan dengan kisah seorang muslimah di pasar yahudi ketika zaman Rasulullah. Atau kawan-kawan baru denger?? Oke, begini ceritanya. Alkisah di kota Madinah ada seorang muslimah yang pergi ke pasar Yahudi Qainuqa untuk menjual emas ke tukang sepuh. kemudian ketika ia sampai di tukang sepuh yang kurang ajar. Muslimah tersebut di jailin oleh si tukang sepuh hingga kain penutup kepalanya tetarik dan terbuka sampai punggung, sontak para pemuda yahudi yang ada di pasar itu pada ngakak terbahak-bahak. Muslimah itu pun menjerit minta tolong karena kehormatannya sudah diganggu. Tiba-tiba aja ada seorang pemuda islam yang gagah nan berani lewat disitu dan mendengar teriakan si muslimah tadi. Tanpa banyak cincong alian basa-basai si pemuda gagah itu langsung ‘menyikat’ si tukang sepuh dan menikamnya dengan pisau. Para pemuda yahudi dipasar itu kaget dan mengeroyok si pemuda muslim hingga pemuda itu syahid. Ketika berita itu sampai ke telinga Rasulullah, saat itu juga beliau langsung menghimpun kaum muslim (menurut riwayat jumlahnya sampai ribuan) untuk mengepung dan mengusir komunitas yahudi kurang ajar itu hingga mereka keluar dari madinah untuk selama-lamanya.
Itulah kawan sedikit kisah kemuliaan islam dimasa Nabi Muhammad dulu. Begitu pula pada masa para Khalifah. Kaum muslimin adalah umat yang sangat disegani di dunia melebihi Romawi dan Persia. Yup..umat islam saat itu bener-bener ruarr biasaa. Kabarnya pada zaman Umar bin Abdul Aziz tak ada satupun orang yang berhak menerima zakat hingga uang zakat numpuk di baitul mal. Di zaman utsmani juga islam gak kalah hebatnya, karena jasa para mujahid. Islam tersebar dari mulai Maroko hingga Merauke.
Subhanallah! Betapa indahnya kisah di atas. Bayangkan, dalam beberapa tahun saja system islam bener-bener menawarkan keadlilan. Dan jangan salah, keadilan ini tidak hanya berlaku untuk rakyat yang muslim, tapi juga untuk yang non-muslim. Sebab keadilan adalah untuk semua. Bukan kaya keadlilan zaman kiwari yang digembor-gemborkan para tengkulak sekuler, pada masa itu tak ada diskriminasi atas dasar agama. Semua orang yang tinggal ditanah islam akan diperlakukan sama tanpa membeda-bedakan agama atau ras,
Ini menunjukkan kalo ajaran Islam nggak egois bin individualis yang cuman mikirin umatnya sendiri juga bukan agama yang mementingkan aspek ritualitas semata seperti ibadah. Tapi rahmatan lil ’alamin alias merahmat seluruh alam. Sebagaimana ditegaskan firman Allah swt: Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS. AL-Anbiyâ [21]: 107)

Saatnya kita bangkit
Kawan, sekarang sudah tahu kan kalau islam itu memang bener-bener hebuatt dan bikin bangga.. Sudah kebayang kan betapa mulianya islam, din yang kita pegang ini. Islam ada untuk menyelimuti dunia dengan rahmat. Dan sesungguhnya Islam akan terus menjadi rahmatan lil 'alamin hingga hari kiamat kelak. So buat kita para pejuang Islam, sudah saatnya untuk bangkit dan mengembalikan kemuliaan Islam yang saat ini sudah pudar. janganlah ragu barang sedikitpun karena Allah akan senantiasa bersama dengan orang-orang yang teguh memegang dan memperjuangkan Islam. Ingatlah selalu bahwa masa depan islam yang gemilang ada di pundak kita semua. Maka itu kawan, mulailah azamkan dari diri kita, bahwa kita akan memperjuangkan Islam dan akan mengembalikan kemuliaan Islam di bumi Allah....
Wallahu’alam bi shawab.



Di ambil dari artikel buletin KRISTAL edisi bulan februaru dengan judul sama.
READ MORE - Islam Memang Membanggakan

Islam, Cinta dan Valentine’s Day

Senin, 14 Februari 2011




Setiap tanggal 14 Februari ada hiruk pikuk remaja dunia. Mereka punya hajat besar dengan merayakan sebuah hari yang dikenal dengan Valentine’s Day (Hari Valentine). Hiruk pikuk itu kini tidak lagi menjadi milik bangsa ataupun pe
meluk agama tertentu namun telah menjadi gawe semua lapisan remaja dimanapun dan dengan agama apapun. Tak peduli itu di kalangan Kristen Barat, Hindu India ataupun muslim Indonesia. Valentine’s Day menjadi milik bersama dan setiap orang seakan wajib untuk merayakannya.

Ada pertanyaan yang patut kita kemukakan. Apa sebenarnya Valentine’s Day itu? Apakah esensinya? Dan bolehkan remaja muslim ikut berkecimpung merayakannya? Apakah perayaan itu bagian dari kultur dan peradaban Islam sehingga kita harus ikut menyemarakkannya?


Backgound Historis Valentine’s Day


Ada berbagai versi tentang asal muasal Valentin’s Day ini. Beberapa ahli mengatakan bahwa ia berasal dari seorang yang bernama Saint (Santo) Valentine seorang suci kalangan Kristen yang menjadi martir karena menolak untuk meninggalkan agama Kristiani. Dia meninggal pada tanggal 14 Pebruari 269 M., di hari yang sama saat dia menyerahkan ucapan cinta. Dalam legenda yang lain disebutkan bahwa Saint Valentine meninggalkan satu catatan selamat tinggal pada seorang gadis anak sipir penjara yang menjadi temannya. Dalam catatan itu dia menuliskan tanda tangan yang berbunyi “From Your Valentine” ada pula yang menyebutkan bahwa bunyi pesan akhir itu adalah ; Love From Your Valentine”.

Cerita lain menyebutkan bahwa Valentine mengabdikan dirinya sebagai pendeta pada masa pemerintahan Kaisar Claudius
. Claudius kemudian memenjarakannya karena dia menentang Kaisar. Penentangan ini bermula pada saat Kaisar berambisi untuk membentuk tentara dalam jumlah yang besar. Dia berharap kaum lelaki untuk secara suka rela bergabung menjadi tentara. Namun banyak yang tidak mau untuk terjun ke medan perang. Mereka tidak mau meninggalkan sanak familinya. Peristiwa ini membuat kaisar naik pitam. Lalu apa yang terjadi? Dia kemudian menggagas ide “gila”. Dia berpikiran bahwa jika laki-laki tidak kawin, maka mereka dengan tidak segan-segan akan bergabung menjadi tentara. Makanya, dia memutuskan untuk tidak mengijinkan laki-laki kawin.

Kalangan remaja menganggap bahwa ini adalah hukum biadab. Valentine juga tidak mendukung ide gila ini. Sebagai seorang pendeta dia bertugas menikahkan lelaki dan perempuan. Bahkan setelah pemberlakuan hukum oleh kaisar, dia tetap melakukan tugasnya ini dengan cara rahasia dan ini sungguh sangat mengasyikkan. Bayangkan, dalam sebuah kamar hanya ada sinar lilin dan ada pengantin putra dan putri sert
a Valentine sendiri.Peristiwa perkawinan diam-diam inilah yang menyeret dirinya ke dalam penjara dan akhirnya dijatuhi hukuman mati.

Walaupun demikian dia selalu bersikap ceria sehingga membuat beberapa orang datang menemuinya di dalam penjara. Mereka menaburkan bunga dan catatan-catatan kecil di jendela penjara. Mereka ingin dia tahu bahwa mereka juga percaya tentang cinta dirinya. Salah satu pengunjung tersebut adalah seorang gadis anak sipir penjara. Dia mengobrol dengannya berjam-jam. Di saat menjelang kematiannya dia menuliskan catatan kecil “Love from your Valentine."

Dan pada tahun 496 Paus Gelasius menseting 14 Pebruari sebagai tanggal penghormatan buat Saint Valentine. Akhirnya secara grad
ual 14 Pebruari menjadi tanggal saling tukar menukar pesan kasih dan Saint Valentine menjadi patron dari para penabur kasih. Tanggal ini ditandai dengan saling mengirim puisi dan hadiah seperti bunga dan gula-gula. Bahkan sering pula ditandai dengan adanya kumpul-kumpul atau pesta dansa.

Dari paparan di atas kita tahu bahwa kisah cinta Valentine ini merupakan kisah cinta milik kalangan Kristen dan sama sekali tidak memiliki benang merah budaya dan peradaban dengan Islam. Namun kenapa remaja-remaja muslim ikut larut dan merayakannya?

Ada beberapa jawaban
yang bisa kita berikan terhadap pertanyaan tersebut :

Pertama, remaja muslim kita tidak tahu latar belakang sejarah Valentine’s Day sehingga mereka tidak merasa risih untuk mengikutinya. Dengan kata lain, remaja muslim banyak yang memiliki kesadaran sejarah yang rendah.

Kedua, adanya anggapan bahwa Valentine’s Day sama sekali tidak memiliki muatan agama dan hanya bersifat budaya global yang mau tidak mau harus diserap oleh siapa saja yang kini hidup di –untuk meminjam McLuhan—global village.

Ketiga, keroposnya benteng pertahanan relijius remaja kita sehingga tidak mampu lagi menyaring budaya dan peradaban yang sehar
usnya mereka “lawan” dengan keras.

Keempat, adanya perasaan loss of identity kalangan remaja muslim sehingga mereka mencari identitas lain sebagai pemuas keinginan mendapat identitas global.

Kelima, hanya mengikuti trend yang sedang berkembang agar tidak disebut ketinggalan zaman.

Keenam, adanya pergaulan bebas yang kian tak terbendung dan terjadinya de-sakralisasi seks yang semakin ganas.

Mungkin masih ada deretan jawaban lain yang bisa diberikan terhadapa pertanyaan di atas.



Islam, Cinta dan Valentin
e’s Day

Bisa kita lihat pada bahasan di atas bahwa Valentine Day merupakan peringatan “cinta kasih” yang diformalkan untuk mengenang sebuah peristiwa kematian seorang pendeta yang mati dalam sebuah penjara. Yang kemudian diabadikan oleh gereja lewat tangan Paus Gelasius. Maka merupakan sebuah kurang cerdas jika kaum muslim—dan secara khusus kalangan remajanya—ikut melestarikan budaya yang sama sekali tidak memiliki ikatan historis, emosioal dan religius dengan mereka. Keikut sertaan remaja muslim dalam “huru-hura” ini merupakan refleksi kekalahan mereka dalam sebuah pertarungan mempertahankan identitas dirinya.

Mungkin ada sebagian remaja yang akan bertanya: Kenapa memperingati sebuah tragedi cinta itu tidak boleh dilakukan? Apakah Islam melarang cinta kasih? Bukankah Islam menganjurkan pemeluknya kasih pada sesama?

Tak ada yang menyangkal bahwa Islam tidak melarang cinta kasih. Islam sendiri adalah agama kasih dan menjunjung cinta pada sesama. Dalam Islam cinta demikian dihargai dan menempati posisi sangat terhormat, kudus dan sakral. Islam sama sekali tidak phobi terhadap cinta. Islam mengakui fenomena cinta yang tersembunyi dalam jiwa manusia. Namun demikian Islam tidak menjadikan cinta sebagai komoditas yang rendah dan murahan. Cinta yang merupakan perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihanya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang dalam Islam dibagi menjadi tiga tingkatan yang kita tangkap dari ayat Al-Quran: Katakanlah: Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, kerabat-kerabatmu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerusakannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu senangi lebih kau cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta jihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang fasik (At-Taubah: 24)

Dalam ayat ini menjadi jelas kepada kita semua bahwa cinta tingkat pertama adalah cinta kepada Allah, Rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya yang kemudian disebut dengan cinta hakiki, kemudian cinta tingkat kedua adalah cinta kepada orang tua, isteri, kerabat, dan seterusnya. Sedangkan cinta tingkat ketiga adalah cinta yang mengedepankan cinta harta, keluarga dan anak isteri melebih cinta pada Allah, Rasul dan jihad di jalan Allah.

Cinta hakiki akan melahirkan pelita. Cinta hakiki yang dilahirkan iman akan senantiasa memberikan kenikmatan-kenikmatan nurani. Cinta hakiki akan melahirkan jiwa rela berkorban dan mampu menundukkan hawa nafsu dan syahwat birahi. Cinta akan menjadi berbinar tatkala orang yang memilikinya mampu menaklukkan segala gejolak dunia. Cinta Ilahi akan menuntun manusia untuk hidup berarti dan setelah itu mati—untuk meminjam kata Khairil Anwar.

Islam memandang cinta kasih itu sebagai rahmat. Maka seorang mukmin tidak dianggap beriman sebelum dia berhasil mencintai saudaranya laksana dia mencinta dirinya sendiri (HR. Muslim), perumpamaan kasih sayang dan kelembutan seorang mukmin adalah laksana kesatuan tubuh; jika salah satu anggota tubuh terasa sakit, maka akan merasakan pula tubuh yang lainnya : tidak bisa tidur dan demam (Bukhari Muslim). Seorang mukmin memiliki ikatan keimanan sehingga mereka menjadi laksana saudara (Al-Hujarat: 13), dan cinta yang meluap sering kali menjadikan seorang mukmin lebih mendahulukan saudaranya daripada dirinya sendiri, sekalipun mereka berada dalam kesusahan (Al-Hasyr : 9 ).

Di mata Islam mencinta dan dicinta itu adalah “risalah” suci yang harus ditumbuhsuburkan dalam dada setiap pemeluknya. Makanya Islam menghalalkan perkawinan dan bahkan pada tingkat mewajibkan bagi mereka yang mampu. Islam tidak menganut “selibasi” yang mengibiri fitrah manusia seperti yang terjadi dalam ajaran Kristen dan Hindu, serta Budha yang menganut sistem sosial yang dikenal dengan kependetaan. Sebab memang tidak ada rahbaniyah dalam Islam.

Valentine Day yang merupakan ungkapan kasih selain “hamil” nilai-nilai relijus yang bukan bagian dari agama kita juga saat ini dirayakan dengan menonjolkan aksi-aksi permisif. Dengan lampu remang, dan lilin-lilin temaram. Peniruan pada perilaku agama lain dan sekaligus melegalkan pergaulan bebas inilah yang tidak dibenarkan dalam pandangan Islam.



Islam dan Perlawanan Budaya

Sebagai agama pamungkas Islam dengan tegas memposisikan diri sebagai agama yang diridhai Allah dan siapa saja yang ingin mencari agama selain Islam maka agamanya tidak akan diterima (Lihat: Ali Imran ayat 19 dan 185). Dan sebagai agama terakhir Islam telah melakukan beberapa pembenaran dari berbagai penyelewengan yang terjadi dalam agama Kristen dan agama Yahudi. Islam mengharuskan pemeluknya untuk membentengi diri dari semua budaya yang datang dari kalangan Yahudi dan Kristen. Kaum muslimin harus memiliki budaya dan identitasnya sendiri yang bersumber pada norma dan ajaran agamanya.

Setelah kita mengetahui bahwa Valentine’s Day sama sekali tidak memiliki kaitan sejarah dengan Islam, maka menjadi tugas semua remaja Islam untuk menghindari dan tidak ikut serta dalam sebuah budaya yang tidak bersumber dari ajarannya. Valentine’s Day bukanlah simbol dan identitas remaja muslim karena ia merupakan hari raya kalangan remaja Kristen. Dan kita persilahkan saudara-saudara kita dari remaja kalangan Kristen untuk merayakannya sesuai dengan keyakinan mereka.

Ada satu hadits yang sangat terkenal yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah bersabda: Barang siapa yang menyerupai sebuah kaum maka dia menjadi bagian dari mereka (Abu Daud). Hadits ini mengisyaratkan bahwa meniru-niru budaya-reliji orang lain yang tidak sesuai dengan tradisi Islam memiliki resiko yang demikian tinggi sehingga orang tersebut akan dianggap sebagai bagian dari orang yang ditiru.

Sebagaimana juga firman Allah, Barang siapa diantara kamu menjadikan mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonga mereka (Al-Maidah: 51). Sabda Rasulullah, "Kau akan bersama-sama dengan orang yang siapa yang kau cintai" (Bukhari Muslim).

Banyak contoh yang bisa kita kemukakan dari kontra-kultural yang dilakukan Rasulullah untuk mengokohkan identitas umatnya. Saat Rasulullah datang ke Madinah dia melihat penduduk Madinah bersuka ria dalam dua hari. Kemudian Rasulullah bertanya: Hari apa dua hari itu? Pada sahabat menjawab: Dua hari tadi adalah hari dimana kami bermain-main dan bersuka cita di masa jahiliyah! Maka bersabdalah Rasulullah: Sesungguhnya Allah telah mengganti dua hari itu dengan dua hari yang lebih baik bagi kalian: Iedul Adha dan Iedul Fithri. (HR. Abu Daud) Rasulullah misalnya melarang umatnya makan dengan tangan kiri karena cara itu adalah cara makan syetan. (HR. Muslim)

Larangan Rasulullah untuk kembali memperingati 2 hari dimana orang-orang Madinah biasa bermain di zaman jahiliyah merupakan perlawanan budaya terhadap budaya jahilyah dan digantikan dengan budaya-reliji baru. Sedangkan pelarangannya agar tidak makan dengan tangan kiri juga merupakan perang etika Islam dengan etika syetan.

Allah tidak menghendaki kaum muslimin menjadi “buntut” budaya lain yang berbenturan nilai-nilainya dengan Islam. Peringatan Allah pada ayat di atas membersitkan pencerahan pada kita semua bahwa Islam dengan ajarannya yang universal harus dijajakan dengan rajin pada dunia mengenal Islam dengan cara yang benar dan agar Islam menjadi “imam” peradaban dunia kembali. Sebab kehancuran peradaban Islam telah menimbulkan kerugian demikian besar pada tatanan normal manusia yang terkikis secara moral dan ambruk secara etika.

Kemunduran peradaban Islam telah menjebak dunia pada arus kegelapan akhlak dan moralitas. Kehancuran peradaban Islam ini oleh Hasan Ali An-Nadawi dianggap sebagai malapetaka terbesar dalam perjalanan peradaban manusia. Dia berkata, “Kalaulah dunia ini mengetahui akan hakikat malapetaka ini, berapa besar kerugian dunia dan kehilangannya dengan kejadian ini, pastilah dunia hingga saat ini akan menjadikan kemunduran kaum muslimin sebagai hari berkabung yang penuh sesal, tangis dan ratapan. Setiap bangsa di dunia ini akan mengirimkan tanda berduka cita...

Apa yang menimpa remaja muslim saat ini tak lebih dari dampak keruntuhan peradaban Islam yang sejak lama berlangsung. Remaja muslim masa kini yang “buta” terhadap peradabannya sendiri diakibatkan munculnya serangan budaya yang gencar menusuk jantung pertahanan budaya kaum muslimin. Kemampuan mereka untuk bertahan dengan ideal-ideal Islam yang rapuh menjadikan mereka terseret arus besar peradaban dunia yang serba permisif, hedonis dan materialistik. Lumpuhnya pertahanan mereka terhadap gencarnya serangan budaya lain yang terus menggelombung menjadikan mereka harus takluk dan menjadi “budak” budaya lain.

Maka sudah saatnya bagi remaja muslim untuk memacu diri melakukan gerilya besar dengan mengusung nilai-nilai Islam sehingga dia mampu mengendalikan diri untuk tidak terpancing apalagi larut dengan budaya-reliji lain. Generasi muda muslim hendaknya mampu membangun benteng-benteng diri yang sulit ditembus oleh gempuran-gempuran perang pemikiran yang setiap kali akan mengoyak-ngoyak benteng pertahanan imannya.

Perlawanan budaya ini akan bisa dilakukan jika remaja muslim mampu mendekatkan dirinya dengan poros ajaran Islam dan mampu melakukan internalisasi diktum-diktum itu ke dalam kalbu, dan sekaligus terejawantahkan ke dalam aksi. Remaja muslim yang mampu menjadikan keimanannya “hidup” akan mampu bergumul dan bahkan memenangkan pertarungan yang sangat berat di hadapannya. Remaja muslim yang dengan setia menjadikan Al-Quran dan Hadits sebagai panduan hidupnya akan mampu menjadi seorang muslim tahan banting dan imun terhadap virus budaya global yang mengancam identitasnya. Seorang remaja muslim yang menjadi the living Quran akan mampu melakukan kontra aksi terhadap semua tantangan yang dihadapinya. Dia akan mampu menangkis serangan informasi satu arah yang kini datang dari Barat.

Apa yang mesti dilakukan oleh kalangan muda Islam di zaman serba kompleks ini?

Dalam pandangan saya tidak ada yang lebih baik untuk dilakukan kecuali kita semua kembali merapatkan jiwa dan kesadaran kita ke akar norma agama kita sendiri, lalu kita gali sedalam-dalamnya, kita renungkan semaksimal mungkin, kita aplikasikan dalam hidup ini. Dan kita pasarkan ajaran-ajaran Islam itu dengan sepenuh raga dan jiwa. Hanya dengan spirit berjuang yang tinggi dan komitmen yang kuat remaja muslim akan lahir kembali dalam sosok yang cemerlang dengan Islam sebagai panji.

Samson Rahman

Alumni International Islamic University, Islamabad, Pakistan

sumber : eramuslim










READ MORE - Islam, Cinta dan Valentine’s Day

Tentang Aurat

Minggu, 13 Februari 2011




















Aurat Secara bahasa : Kekurangan
Secara Istilah: Sesuatu yang wajib ditutup dan haram dilihat.

Ulama' sepakat untuk menutup aurat baik dalam sholat maupun diluar sholat.
Landasan Hukum menutup aurat:
1. QS.An Nuur : 30
2. QS.Al Ahzab : 59
3. QS.Al Mu'minun: 1-7
4. Hadits Rasulullah.

Syarat Pakaian penutup aurat:
1. Menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak/punggung tangan.
2. Tidak ketat.
3. Tidak tipis/transparan.
4. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.
5. Tidak menyerupai pakaian nonmuslim.

Orang-orang yang diperbolehkan melihat aurat kita (tapi sampai batas sewajarnya):
1. Suami.
2. Ayah.
3. Ayah suami (mertua).
4. Putra/anak laki-laki.
5. Putra suami/anak tiri laki-laki.
6. Saudara-saudara
7. Putra saudara laki-laki/keponakan laki-laki.
8. Putra saudara perempuan.
9. Perempuan muslim.
10. Hamba sahaya/budak (akan lebih baik ditutup saja auratnya)
11. Pelayan laki-laki tua yang sudah tidak memiliki hasrat terhadap perempuan
(akan lebih baik ditutup saja auratnya)
12. Anak-anak yang belum mengerti aurat.

Nah....inilah sedikit tsaqofah yang saya terangkan untuk ikhwan/akhwat setia.
Mudah-mudahan bermanfaat. Amiin....
READ MORE - Tentang Aurat

The great war : Yarmouk (Perang Yarmuk)---Kutipan---

Sabtu, 14 Agustus 2010


Dalam sejarah perjuangan kaum muslimin menegakkan dan membela al haq (kebenaran), berjihad di jalan Allah, kita akan dapat menemukan kisah teladan mengenai itsar, sejarah yang begitu indah untuk dipelajari, merupakan suatu kenikmatan tersendiri jika diamalkan.
Ketika terjadi perang Yarmuk, perang yang terjadi antara kaum muslimin melawan pasukan Romawi (Bizantium), negara super power saat itu, tahun 13 H/ 634 M.


Gambar lembah yarmuk

Pasukan Romawi dengan peralatan perang yang lengkap dan memiliki tentara yang sangat banyak

jumlahnya dibandingkan pasukan kaum muslimin, dengan perbandingan 5: 1. Pasukan Romawi berjumlah sekitar 240.000 orang dan pasukan kaum muslimin berjumlah 45.000 orang.
Dalam perang Yarmuk, pasukan Romawi memiliki tentara yang banyak, pengalaman perang yang mumpuni, peralatan perang yang lengkap, logistik lebih dari cukup, dapat dikalahkan oleh pasukan kaum muslimin, dengan izin Allah.
Ini adalah bukti yang nyata bahwa sesungguhnya kemenangan itu bersumber dari Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa.
Pertempuran ini, oleh beberapa sejarawan, dipertimbangkan sebagai salah satu pertempuran penting dalam sejarah dunia, karena dia menandakan gelombang besar pertama penaklukan Muslim di luar Arab, dan cepat masuknya Islam ke Palestina, Suriah, dan Mesopotamia yang rakyatnya menganut agama Kristen.

Pengangkatan Khalid bin Walid

Entah apa yang ada di benak Khalid bin Walid ketika Abu Bakar menunjuknya menjadi panglima pasukan sebanyak 46.000. Hanya ia dan Allah saja yang tahu kiranya. Khalid tak hentinya beristigfar. Ia sama sekali tidak gentar dengan peperangan yang akan ia hadapi. 240.000 tentara Bizantin. Ia hanya khawatir tidak bisa mengendalikan hatinya karena pengangkatan itu. Kaum muslimin tengah bersiap menyongsong Perang Yarmuk sebagai penegakan izzah Islam berikutnya.
Hampir semua tentara muslim gembira dengan penunjukkan itu. Selama ini memang Khalid bin Walid adalah seorang pemimpin di lapangan yang tepat. Abu Bakar pun tidk begitu saja menunjuk pejuang yang berjuluk Pedang Allah itu. Sejak kecil, Khalid dikenal sebagai seorang yang keras. Padahal ia dibesarkan dari sebuah keluarga yang kaya. Sejak usia dini, ia menceburkan dirinya ke dalam seni peperangan dan seni bela diri. Malah mempelajari keahlian mengendarai kuda, memainkan pedang dan memanah. Dia juga mencurahkan perhatiannya ke dalam hal memimpin angkatan perang. Bakat-bakatnya yang asli, ditambah dengan latihan yang keras, telah membina Khalid menjadi seorang yang luar biasa. Kemahiran dan keberaniannya mengagumkan setiap orang. Konon, hanya Khalid bin Walid seorang yang pernah memorak-porandakan pasukan kaum muslimin, semasa ia masih belum memeluk Islam.

Strategi Perang Kaum Muslimin

Khalid bin Walid sekarang memutar otak. Bingung bukan buatan. Tentara Bizantin Romawi berkali-kali lipat banyaknya dengan jumlah pasukan kaum muslimin. Ditambah, pasukan Islam yang dipimpinya tanpa persenjataan yang lengkap, tidak terlatih dan rendah mutunya. Ini berbeda dengan angkatan perang Romawi yang bersenjatakan lengkap dan baik, terlatih dan jumlahnya lebih banyak. Dan mereka akan berhadapan di dataran Yarmuk. Tentara Romawi yan hebat itu berkekuatan lebih dari 3 lakh serdadu bersenjata lengkap, diantaranya 80.000 orang diikat dengan rantai untuk mencegah kemungkinan mundurnya mereka. Tentara Muslim seluruhnya berjumlah 46.000 orang itu, sesuai dengan strategi Khalid, dipecah menjadi 40 kontingen untuk memberi kesan seolah-olah mereka lebih besar daripada musuh.
Strategi Khalid ternyata sangat ampuh. Saat itu, taktik yang digunakan oleh Romawi terutama di Arab Utara dan selatan ialah dengan membagi tentaranya menjadi lima bagian, depan, belakang, kanan, kiri dan tengah. Heraclus sebagai ketua tentara Romawi telah mengikat tentaranya dengan besi antara satu sama lain. Ini dilakukan agar mereka jangan sampai lari dari peperangan. Romawi juga menggunakan taktik dan strategi tetsudo (kura-kura). Jenis tentara Rom dikenal sebagai ‘legions’, yang satu bagiannya terdapat 3000-6000 laskar berjalan kaki dan 100-200 laskar berkuda. Ditambah dengan dan ‘tentara bergajah’. Kegigihan Khalid bin Walid dalam memimpin pasukannya membuahkan hasil yang membuat hampir semua orang tercengang. Pasukan muslim yang jumlahnya jauh lebih sedikit itu berhasil memukul mundur tentara Romawi dan menaklukkan wilayah itu.

Jalannya Peperangan
Panglima Romawi, Gregorius Theodore -orang-orang Arab menyebutnya “Jirri Tudur”– ingin menghindari jatuhnya banyak korban. Ia menantang Khalid untuk berduel. Dalam pertempuran dua orang itu, tombak Gregorius patah terkena sabetan pedang Khalid. Ia ganti mengambil pedang besar. Ketika berancang-ancang perang lagi, Gregorius bertanya pada Khalid tentang motivasinya berperang serta tentang Islam.
Mendengar jawaban Khalid, di hadapan ratusan ribu pasukan Romawi dan Muslim, Gregorius menyatakan diri masuk Islam. Ia lalu belajar Islam sekilas, sempat menunaikan salat dua rakaat, lalu bertempur di samping Khalid. Gregorius syahid di tangan bekas pasukannya sendiri. Namun pasukan Islam mencatat kemenangan besar di Yarmuk, meskipun sejumlah sahabat meninggal di sana. Di antaranya adalah Juwariah, putri Abu Sofyan.
Pada perang Yarmuk, Az-Zubair bertarung dengan pasukan Romawi, namun pada saat tentara muslim bercerai berai, beliau berteriak : “Allahu Akbar” kemudian beliau menerobos ke tengah pasukan musuh sambil mengibaskan pedangnya ke kiri dan ke kanan, anaknya Urwah pernah berkata tentangnya : “Az-Zubair memiliki tiga kali pukulan dengan pedangnya, saya pernah memasukkan jari saya didalamnya, dua diantaranya saat perang badar, dan satunya lagi saat perang Yarmuk.
Salah seorang sahabatnya pernah bercerita : “Saya pernah bersama Az-Zubair bin Al-’Awwam dalam hidupnya dan saya melihat dalam tubuhnya ada sesuatu, saya berkata kepadanya : demi Allah saya tidak pernah melihat badan seorangpun seperti tubuhmu, dia berkata kepada saya : demi Allah tidak ada luka dalam tubuh ini kecuali ikut berperang bersama Rasulullah saw dan dijalan Allah. Dan diceritakan tentangnya : sesungguhnya tidak ada gubernur/pemimpin, penjaga dan keluar sesuatu apapun kecuali dalam mengikuti perang bersama Nabi saw, atau Abu Bakar, Umar atau Utsman.
Hari ke-4, Hari Hilangnya Mata
Peristiwa ini terjadi pada hari keempat perang Yarmuk, dimana dari sumber ini dikabarkan 700 orang dari pasukan Muslim kehilangan matanya karena hujan panah dari tentara Romawi. Dan hari itu merupakan hari peperangan terburuk bagi pasukan Muslimin.
Hari ke-6, Terbunuhnya Gregory, Komandan Pasukan Romawi
Hari keenam dari perang Yarmuk fajar benderang dan jernih. Itu adalah minggu ke empat Agustus 636 (minggu ketiga Rajab, 15 H). Kesunyian pagi hari tidak menunjukkan pertanda akan bencana yang akan terjadi berikutnya. Pasukan muslim saat itu merasa lebih segar, dan mengetahui niat komandan mereka untuk menyerang dan sesuatu di dalam rencananya, tak sabar untuk segera berperang. Harapan-harapan pada hari itu menenggelamkan semua kenangan buruk pada ’Hari Hilangnya Mata’. Di hadapan mereka berbaris pasukan Romawi yang gelisah – tidak terlalu berharap namun tetap berkeinginan untuk melawan dalam diri mereka.
Seiring dengan naiknya matahari di langit yang masih samar di Jabalud Druz, Gregory, komandan pasukan yang dirantai, mengendarai kudanya maju ke depan di tengah-tengah pasukan Romawi. Dia datang dengan misi untuk membunuh komandan pasukan Muslimin dengan harapan hal itu akan memberikan efek menyurutkan semangat pimpinan kesatuan dan barisan kaum Muslimin. Ketika ia mendekati ke tengah-tengah pasukan Muslimin, dia berteriak menantang (untuk berduel) dan berkata, ”Tidak seorang pun kecuali Komandan bangsa Arab!
Abu Ubaidah seketika bersiap-siap untuk menghadapinya. Khalid dan yang lainnya mencoba untuk menahannya, karena Gregory memiliki reputasi sebagai lawan tanding sangat kuat, dan meang terlihat seperti itu. Semuanya merasa bahwa akan lebih baik apabila Khalid yang keluar menjawab tantangan itu, namum Abu Ubaidah tidak bergeming. Ia berkata kepada Khalid, ”Jika aku tidak kembali, engkau harus memimpin pasukan, sampai Khalifah memutuskan perkaranya.”
Kedua komandan berhadap-hadapan di atas punggung kudanya masing-masing, mengeluarkan pedangnya dan mulai berduel. Keduanya adalah pemain pedang yang tangguh dan memberikan penonton pertunjukkan yang mendebarkan dari permainan pedang dengan tebasan, tangkisan dan tikaman. Pasukan Romawi dan Muslim menahan nafas. Kemudian setelah berperang beberapa menit, Gregory mundur dari lawannya, membalikkan kudanya dan mulai menderapkan kudanya. Teriakan kegembiraan terdengar dari pasukan Muslimin atas apa yang terlihat sebagai kekalahan sang prajurit Romawi, namun tidak ada reaksi serupa dari Abu Ubaidah. Dengan mata yang tetap tertuju pada prajurit Romawi yang mundur itu, ia menghela kudanya maju mengikutinya.
Gregory belum beranjak beberapa ratus langkah ketika Abu Ubaidah menyusulnya. Gregory, yang sengaja mengatur langkah kudanya agar Abu Ubaidah menyusulnya, berbalik dengan cepat dan mengangkat pedangnya untuk menyerang Abu Ubaidah. Kemundurannya dari medan pertempuran adalah tipuan untuk membuat lawannya lengah. Namun Abu Ubaidah bukanlah orang baru, dia lebih tahu mengenai permainan pedang dari yang pernah dipelajari Gregory. Orang Romawi itu mengangkat pedangnya, namun hanya sejauh itu yang dapat dilakukannya. Ia ditebas tepat pada batang lehernya oleh Abu Ubaidah, dan pedangnya jatuh dari tangannya ketika dia rubuh ke tanah. Untuk beberapa saat Abu Ubaidah duduk diam di atas kudanya, takjub pada tubuh besar jendral Romawi tersebut. Kemudian demgan meninggalkan perisai dan senjata yang berhiaskan permata orang Romawi itu, yang diabaikannya karena kebiasaannya tidak memandang berharga harta dunia, prajurit yang shalih itu kemudian kembali kepada pasukan Muslimin.

Artikel ini adalah kutipan..
Sumber gambar :
hikm.wordpress.com

m.kafegaul.com
READ MORE - The great war : Yarmouk (Perang Yarmuk)---Kutipan---

 
 
 
free counters

Entri Populer